Berita

Presiden Serbia Aleksandar Vucic/Net

Dunia

Presiden Vucic: Serbia Berhak Bersahabat dengan China dan Rusia, Mengapa Harus Meminta Maaf?

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 06:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persahabatan Serbia dengan Rusia dan China adalah hubungan kedekatan yang tumbuh karena adanya rasa saling percaya. Sebagai negara berdaulat, Serbia dapat memutuskan langkah ekonomi dan politiknya tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

Presiden Aleksandar Vucic menekankan bahwa ia akan menjaga hubungan persahabatan dengan Rusia dan China tanpa harus merasa takut dan meminta maaf kepada siapa pun yang keberatan dengan hubungan itu.

Vucic, dalam pernyataannya pada briefing harian, Rabu (10/11), mengatakan Serbia adalah salah satu negara merdeka di Eropa. Tidak ada pihak lain yang berhak mengatur langkah politiknya. Kebijakan Serbia adalah memberikan kebebasan kepada rakyatnya dan memelihara perdamaian.


"Beberapa orang ketika menyebut nama Serbia, kebanyakan mengatakan; 'Mereka terkait dengan Rusia dan China', sehingga nampak seperti sebuah kesalahan dan mereka berharap kami meminta maaf. Tidak. Saya tidak akan meminta maaf kepada siapa pun. Serbia Independen berada di jalur Eropa dan pada saat yang sama menghormati teman-teman Rusia-nya, teman-teman China-nya, teman-teman Amerika-nya, dan semua orang lainnya," kata Vucic, seperti dikutip dari The Moscow Times.

Pernyataan Vucic muncul setelah Presiden Kosovo Vjosa Osmani mengeluarkan klaimnya bahwa Serbia adalah alat di tangan Rusia yang digunakan untuk mengacaukan Kosovo dan Balkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Serbia semakin dekat dengan China dan Rusia. Ketiganya memiliki kerja sama ekonomi dan pertahanan yang terus dipelihara, yang menuai kritik keras dari Barat.

"Ini sangat bodoh, saya kehilangan kata-kata. Kami bangga dengan kemerdekaan negara kami. Kami bukan alat Rusia atau siapa pun. Bukan AS, bukan UE, kami adalah negara merdeka," kata Vucic lagi.

Serbia berusaha menjaga hubungan baik dengan negara mana pun yang tidak ikut mencampuri urusan dalam negerinya. Menghormati persahabatan dengan Moskow dan Beijing, serta mengembangkan hubungan dengan Washington.

Negara itu memilih posisi tetap netral secara militer dan menahan diri untuk tidak bergabung dengan NATO atau aliansi militer lainnya, sikap yang banyak mendapat kritikan dari Barat.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya