Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Enam Produsen Mobil Besar Sepakat Hentikan Produksi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil, Tidak Termasuk Toyota dan Volkswagen

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 13:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Enam perusahaan pembuat mobil berkomitmen ikut berpartisipasi mengurangi emisi karbon. Pemerintah Inggris mengungkapkan hal itu dalam sebuah pernyataan pada Selasa (9/11), mengatakan enam pembuat mobil besar itu akan memproduksi kendaraan berbahan bakar fosil di seluruh dunia pada tahun 2040.

Keenamnya berjanji untuk menghapusnya secara bertahap.

Volvo Swedia, produsen mobil AS Ford dan General Motors, Mercedes-Benz Daimler AG, BYD China dan Jaguar Land Rover, sefrta unit Tata Motors India, menandatangani janji tersebut pada pembicaraan iklim di Glasgow, seperti dilaporkan Reuters.


Volvo sendiri dalam pernyataan terpisah telah berkomitmen untuk sepenuhnya menggunakan listrik pada tahun 2030.

Alat transportasi seperti mobil, truk, kapal, bus, dan pesawat, menyumbang sekitar seperempat dari emisi karbon dunia, menurut data dari Badan Energi Internasional.

Sangat disayangkan, produsen mobil teratas dunia, Toyota dan Volkswagen, tidak berpartisipasi. Dua perusahaan itu merupakan pasar mobil penting China, Amerika Serikat, dan Jerman. Ketidakhadiran mereka menyoroti tantangan yang masih ada dalam beralih ke masa depan tanpa emisi.

Namun begitum sumber yang mengetahui komitmen ini mengatakan, memang ada beberapa produsen yang perlu mewaspadai perjanjian tersebut.

Perjanjian itu akan membuat mereka berkomitmen pada perubahan teknologi yang mahal, tetapi tidak memiliki komitmen serupa dari pemerintah untuk memastikan infrastruktur pengisian daya dan jaringan yang diperlukan akan dibangun.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya