Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Tidak Hadir di KTT Iklim, Xi Jinping dan Putin Dapat Kritikan Keras dari Obama

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketidakhadiran China dan Rusia dalam KTT Iklim COP26 di Glasgow, menjadi perhatian mantan presiden AS Barack Obama. Menurutnya, China dan Rusia kurang berkomitmen untuk mensukseskan KTT Iklim tersebut.

Ketidakhadiran perwakilan dari dua negara itu menunjukkan bahwa "kurangnya urgensi" dari kedua negara itu terhadap perubahan iklim, padahal keduanya dianggap sebagai penghasil emisi terbesar dunia.

"Saya harus mengakui bahwa sangat mengecewakan melihat para pemimpin dari dua penghasil emisi terbesar di dunia, China dan Rusia, menolak untuk menghadiri konferensi," kata Obama dalam konferensi Senin (8/11), seperti dikutip dari Reuters.


Obama juga menyebut ketidakhadiran keduanya sebagai lemahnya rencana nasional mereka terhadap perubahan iklim dan itu memalukan.

Obama mengatakan terlalu sedikit kemajuan yang telah dibuat sejak Perjanjian Paris 2015 untuk mencoba mengekang pemanasan pada 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Mendorong negara-negara kaya untuk mengkahiri kebuntuan bertahun-tahun tentang penanganan iklim.

Saat AS menandatangani Perjanjian Paris 2015, Obama menjabat sebagai presiden AS. Ia mengatakan pakta tersebut sebagian besar telah berhasil dalam menetapkan kerangka kerja untuk tindakan lebih lanjut.

Pada saat Perjanjian Paris itu, ia berkomitmen untuk memotong emisi AS menjadi setidaknya 26 persen di bawah tingkat 2005 pada tahun 2025. Namun, emisi turun hanya 4 persen pada akhir masa jabatannya, kemudian meningkat setelah terpilihnya Donald Trump pada 2016. Presiden Joe Biden pun telah berjanji untuk memangkas emisi hingga 50 persen di bawah tingkat 2005 pada 2030.

Dalam konferensi Senin, Obama menyerahkan sepenuhnya kepada Amerika Serikat dan Eropa, negara-negara kaya,  untuk memimpin perang melawan perubahan iklim. Namun dia meminta negara-negara kecil seperti India, Afrika Selatan dan Brasil untuk meningkatkan upaya mereka juga.

Obama kemudian mendapat tepuk tangan meriah setelah sambutannya itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping termasuk di antara sedikit pemimpin dunia yang tidak menghadiri KTT. Putin hanya mengirimkan rekaman pernyataan video yang ditampilkan pada konferensi tersebut, sementara Xi mengirim pernyataan tertulis. Padahal, kedua negara memiliki delegasi di COP26.

Kontan saja hal itu menuai kritik dari para peserta dan menganggap kedua negara bergerak lamban dalam perubahan iklim.

Diketahui, Xi belum meninggalkan China sejak wabah Covid-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menegur AS karena mencoba mengkritik China padahal AS juga adalah penghasil emisi terbesar.

“AS, sebagai penghasil emisi kumulatif terbesar dari gas rumah kaca, harus menghadapi tanggung jawab historisnya dan menunjukkan ambisi yang lebih besar untuk mengurangi emisinya. Tunjukkan tindakan, bukan cuma slogan semata!" ujar Wang.

Sementara juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membela program iklim Rusia, dengan mengatakan negaranya mengambil tindakan "koheren, bijaksana dan serius".

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya