Berita

Bupati Bogor, Ade Yasin/Ist

Nusantara

Selamatkan dari Praktik Komersialisasi, Bupati Bogor Minta Pemerintah Pusat Kembalikan Fungsi Kawasan Puncak

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 05:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kondisi Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian hari kian memprihatinkan. Untuk itu, Pemkab Bogor akan terus melakukan upaya penyelamatan Puncak dari praktik komersialisasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor, Ade Yasin, saat kegiatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2021, di Puncak, Cisarua, Senin (8/11).

Pada momentum Hantaru ini, Kementerian ATR/BPN akan memprioritaskan upaya penyelamatan kawasan Puncak lebih masif. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon dan pembangunan sumur resapan di kawasan Puncak, dengan memakai konsep perlindungan lingkungan hidup sekaligus pemberdayaan masyarakat.


"Sebetulnya Puncak itu punya fungsi kehutanan, fungsi perkebunan. Kita minta kepada pemerintah pusat, fungsi-fungsi hutan ini dikembalikan, karena khawatir ketika kita terlalu lepas, terlalu mengkomersialisasikan, terlalu asyik, akhirnya malah timbul hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana dan lain-lain," ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Orang nomor satu di bumi Tegar Beriman ini menuturkan, kerja sama semua pihak sangatlah penting dalam melakukan upaya perlindungan terhadap hutan-hutan dan kebun-kebun di kawasan Puncak untuk dikembalikan fungsinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"InsyaAllah kalau semua dikembalikan secara masif, saya kira Puncak akan selamat. Tentunya, tanpa mengurangi esensi pariwisata, pariwisata alam seperti tea walk, cross country kan menarik juga, tanpa harus membangun bangunan kokoh dan betonisasi,” tutur Ade Yasin.

Ade Yasin menambahkan, wilayah Puncak itu terdiri dari Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Kebutuhan RTH-nya seharusnya 55%. Tapi seiring berkembangnya kawasan Puncak, sulit sekali untuk sampai 50%.

Imbuh Ade Yasin, area yang HGU-nya habis, tidak terawat, tidak dipelihara, dan terlantar, harus cepat-cepat diambil alih negara. Yang jelas fungsinya dikembalikan kepada fungsi awalnya.

“Jadi kami juga perlu berkolaborasi dengan pihak pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota lain untuk sama-sama mengawasinya. Alhamdulillah hari ini hadir ada tiga provinsi dan kota-kota yang terdekat seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Cianjur, Sukabumi. Nah ini harus kerja sama, kalau tidak akan sulit mengawasinya,” tandas Ade Yasin.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya