Berita

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu/Net

Dunia

Dua Kapal Perang AS Beroperasi di Laut Hitam, Menhan Shoigu: Mereka Menguji Kami, Ingin Melihat Seberapa Banyak dan Kuatnya Rusia

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekuatan pertahanan Rusia sedang mengalami tantangan. Ada banyak provokasi yang datang baik dari darat, udara, dan juga laut. Termasuk keberadaan dua kapal perang AS yang saat ini beroperasi di Laut Hitam.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, dalam sebuah wawancara televisi mengatakan bahwa ada banyak pihak yang dengan sengaja mencari celah untuk bertikai. Seperti kapal peluru kendali AS dan NATO yang memasuki Laut Hitam itu misalnya, mereka sedang mencoba menguji kekuatan pantai Laut Hitam Rusia dan penjaga perlindungan perbatasan selatan.

"Ketika kami melihat ini; sebuah kapal perang milik kekuatan non-regional memasuki Laut Hitam, dan kami memahami bahwa kapal itu membawa senjata presisi jarak jauh, tentu saja penjaga patroli kami segera mengawasi dan melacaknya," kata Shoigu, seperti dikutip dari TASS, Minggu (7/11).


Setiap provokasi dapat terjadi kapan saja, menurut Shoigu, mengulang ingatan peristiwa yang terjadi baru-baru ini dengan kapal perusak Inggris yang mencoba menerobos wilayah Rusia.

"Kami harus mencegah hal-hal seperti itu," kata Shoigu.

Ia menyadari, banyak pihak luar yang ingin melihat seberapa banyak persiapan yang dimiliki Rusia dalam menghadapi lawan dan seberapa efektifnya Rusia membangun sistemnya di sepanjang pantai Laut Hitam.

Para pihak itu tidak bekerja sendirian. Mereka bahkan melakukan latihan bersama, latihan dengan angkatan laut negara-negara yang berkonflik dengan Rusia, seolah sengaja mementik api.

"Kami memiliki persiapan yang cukup matang. Kami juga mengadakan latihan bersama dan akan terus melakukannya," kata Shoigu.

Saat ini, dua kapal perang AS beroperasi di Laut Hitam, yaitu kapal komando Mount Whitney dan kapal perusak berpeluru kendali Porter. Pasukan Armada Laut Hitam Rusia dengan persiapan penuh terus berjaga dan melakukan pengawasan ketat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya