Berita

Banjir di Batu, Malang, Jawa Timur/Net

Nusantara

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang di Batu Malang

MINGGU, 07 NOVEMBER 2021 | 03:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Survei udara oleh Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB atas bencana alam banjir bandang yang menghantam enam desa Batu, Malang, Jawa Timur sudah dilakukan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, survei udara dilakukan  untuk melihat penyebab terjadinya banjir bandang. Dia mengatakan bahwa hulu aliran air sebenarnya merupakan Kali mati. Dimana pada musim hujan biasanya tidak berarti. Dimana untuk kondisi curah hujan yang tidak tinggi maka aliran air tak terlalu dominan.

Abdul menyebut di hulu terdapat sekitar 7 punggungan (bagian dari perbukitan atau pegunungan). Dari 7 punggungan tersebut 6 diantaranya terdapat alur lembah sungai. Namun memang di dekat area tersebut tidak ada pohon berakar kuat dan rapat. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya longsor.


“Sisi tebing ini tidak dilindungi vegetasi yang terlalu rapat, vegetasi berakar kuat dan akarnya mengikat tanah dan menyimpan air. Sehingga apa? Pada saat hujan intensitas tinggi terjadi longsor-longsor kecil yang kemudian menjadi bendung alam di aliran-aliran sungai tadi,” ungkapnya. “Jadi aliran sungai di bawahnya tidak terlalu lebar. Itu mungkin 2 sampai 3 meter. Tapi kalau longsor-longsor ini di sepanjang tebing ini yang tidak hanya satu spot tapi di beberapa titik kemudian material longsor akan menutup badan airnya,” kata Abdul saat konferensi pers, Sabtu (6/11).


Dia mengatakan jika saat hujan intensitas tinggi maka badan aliran sungai yang tertutup tadi akan membendung aliran yang ada. Bahkan bendungan aliran ini tidak akan cukup kuat menahan intensitas hujan tinggi sehingga akhirnya jebol.

“Ini yang membawa material turun ke bawah. Nah material ini tidak cuma pasir dari longsoran tebing saja. Kita lihat gambar sebelah kanan. Itu juga ketika tebingnya longsor juga membawa pohon-pohon yang ada,” tuturnya.

Tidak hanya hanya di hulu saja, permasalahan juga ditemukan di sepanjang bantaran sungai. Dimana cukup banyak kebun-kebun semusim yang dibuat di lereng di tebing sungainya.

Banjir bandang ini enam desa terkena dampaknya, yakni. Dusun Sambong, Desa Bulukerto Dusun Beru, Desa Bulukerto Desa Sumberbrantas Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo Jalan Raya Dieng, Desa Sidomulyo Dusun Gemulo, Desa Punten Kecamatan Bumiaji. Akibat peristiwa ini tujuh orang dipastikan meninggal dunia.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya