Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Covaxin Dapat Persetujuan WHO, Mudahkan Orang India Bepergian ke Luar Negeri

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Vaksin Covid-19 buatan India, Covaxin, akhirnya mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ijin penggunaan darurat (EUL) yang dikeluarkan WHO pada Rabu (3/11) kepada Covaxin, ini tentu akan memudahkan orang India untuk bepergian ke luar negeri karena banyak negara hanya mengakui vaksin yang telah disetujui WHO.

Persetujuan ini juga akan membuka jalan agar vaksin itu diterima sebagai vaksin yang valid di banyak negara miskin.
Dalam postingannya di akun Twitter, WHO mengatakan mereka yakin Covaxin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada risikonya, meskipun fase ketiga masih berlangsung dan memicu kekhawatiran.  

Dalam postingannya di akun Twitter, WHO mengatakan mereka yakin Covaxin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada risikonya, meskipun fase ketiga masih berlangsung dan memicu kekhawatiran.  

Organisasi itu menegaskan bahwa Covaxin telah memenuhi standar WHO untuk perlindungan terhadap Covid-19.

"Kelompok Penasihat Teknis telah menetapkan bahwa vaksin Covaxin memenuhi standar WHO untuk perlindungan terhadap Covid-19, bahwa manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risiko dan vaksin dapat digunakan," kata WHO, seperti dikutip dari Indian Narrative.

Vaksin Covaxin telah diberi otorisasi penggunaan darurat di India pada bulan Januari lalu,  bahkan sebelum penyelesaian uji coba tahap akhir, yang kemudian menemukan bahwa suntikan itu 78 persen efektif terhadap Covid-19 yang parah, seperti ditegaskan oleh Bharat Biotech, perusahaan pembuat vaksin.

WHO mengatakan, vaksin ini direkomendasikan untuk digunakan dalam dua dosis, dengan interval dosis empat minggu, pada semua kelompok usia 18 tahun ke atas.

Dengan tingkat kemanjuran 78 persen yang mulai terlihat pada 14 hari atau setelah dosis kedua, vaksin ini dianggap cocok untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah, karena persyaratan penyimpanan yang lebih mudah, yang tidak memerlukan infrastruktur deep-freeze.

Covaxin adalah vaksin ketujuh yang telah disetujui oleh WHO. Suntikan lainnya sebelum Covaxin adalag vaksin mRNA oleh Pfizer dan Moderna, vaksin vektor adenovirus yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Johnson & Johnson, serta vaksin tidak aktif China dari Sinovac Biotech dan Sinopharm.

Persetujuan dari WHO sebenarnya telah diharapkan sejak minggu lalu. Namun, keputusan mengalami penundaan karena kelompok penasihat mencari klarifikasi tambahan dari Bharat Biotech sebelum melakukan penilaian risiko-manfaat akhir untuk penggunaan global vaksin.

Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidatonya di KTT G20 di Roma, menyebutkan perlunya segera memberikan ijin  penggunaan darurat terhadap vaksin India itu, karena penundaan akan menjadi hambatan.

Sementara ini, Oman dan Australia telah mengakui Covaxin sebagai vaksin yang valid untuk pelancong.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya