Berita

Pantai Ulee Lheue Banda Aceh tercemar limbah batubara/Ist

Nusantara

Tumpahan Batubara di Pantai Ulee Lheue Masih Ditelusuri KSOP Aceh

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 01:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Limbah batubara yang mencemari Pantai Ulee Lheue, Kecataman Meraxa, Kota Banda Aceh, diduga berasal dari Kapal Tongkang yang berada sekitar pantai.

Menurut Kepala Tata Usaha Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati, Muslim, batubara yang diangkut di sekitar Pantai Ulee Lheue adalah milik PT Solusi Bangun Andalas (SBA).

"Kapal tersebut menunggu antrean, jadi kita kasih anchor (turun jangkar) di lokasi itu, dan ada tumpahan batubara itu biasanya tidak terjadi kalau kapal yang bawa,” kata Muslim, dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (5/11).


Namun, terkait dengan adanya tumpahan batubara hingga ke pantai belum dapat dipastikan dari mana asalnya. “Karena belum dapat informasinya,” jelas dia.

Menurut dia, kalau sampai batubara sampai ke pantai aneh. Sedangkan saat ini masih musim timur.

“Nanti saya periksa dulu terkait adanya tumpahan batu bara di pantai Ulee Lheue,” sambung Muslim.

Sementara itu Humas PT SBA, Farabi Azwani mengatakan, tumpahan batubara yang mencemari pantai Ulee Lheue belum diketahui milik siapa.

“Kita belum tahu Bang, karena kita belum tahu ke mana tongkang tersebut akan bersandar," terang Farabi.

Farabi menjelaskan, PT. SBA tidak punya kapal. Ia pun belum bisa memastikan batubara yang diangkut untuk PT SBA.

“Apabila belum kita terima di pelabuhan, artinya batubara tersebut masih menjadi tanggung jawab dari pemilik tongkang,” tuntasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya