Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Menko Airlangga: Presiden Terus Dorong Kerja Sama Internasional untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia

KAMIS, 04 NOVEMBER 2021 | 00:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Memperkuat kerja sama internasional menjadi cara yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela pertemuan KTT COP26 di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, pada Selasa (2/11).

"Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan Keketuaan G20 untuk menghasilkan sejumlah kerja sama konkret agar mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui transformasi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/11).


Sebagai contoh, Airlangga memaparkan materi pembahasan Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Joe Biden. Di mana, Jokowi membahas sejumlah isu terkait geopolitik Indo Pacific, Keketuaan Indonesia di G20, dan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia.

"Hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia sangatlah strategis. Amerika juga membantu Indonesia dalam penanganan Covid-19 dengan mengirimkan vaksin, ventilator dan obat-obatan therapeutic," ungkapnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga mengatakan, pertemuan Jokowi dan Joe Biden juga membahas keinginan Indonesia meningkatkan kerja sama ekonomi antar kedua negara, terutama terkait pengembangan ekonomi hijau.

Di sela pertemuan COP26, Menko Airlangga juga melakukan pertemuan dengan Bill Gates yang didampingi President Bill & Melinda Gates Foundation untuk membahas sejumlah potensi kerja sama.  

Rencana kerja sama yang dibahas antara lain produksi bersama (co-production) mRNA, taksonomi pisang yang sangat beragam di Indonesia bekerja sama dengan LIPI, serta pembahasan terkait keuangan inklusif (financial inclusion).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya