Berita

Keberangkatan Presiden Joko Widodo ke Roma di Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, dihantar KSAD Jendral Andika Perkasa/Repro

Politik

Begini Ramalan Pemerhati dari Untag Soal Kehadiran Andika Perkasa saat Keberangkatan Jokowi ke Roma

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 23:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepergian Presiden Joko Widodo ke Roma, Italia, dalam rangka kunjungan kerja luar negeri mengikuti KTT G20 dihantar oleh sosok Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Andika Perkasa.

Momentum ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Beberapa pemerhati bahkan menganggap, kehadiran Andi Perkasa saat sebelum Kepala Negara ke Roma adalah sebuah tanda mengenai sosok pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pengamat politik dari Universitas 17 Agustus 45 (Untag), Jakarta, Fernando Ersento Maraden Sitorus menilai, kehadiran Andika Perkasa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (29/10) merupakan tanda Jokowi sudah memiliki satu keputusan.


"Sepertinya Presiden Jokowi sudah memiliki keputusan atas pengganti Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI," ujar Fernando kepada redaksi, Senin (1/11).

Namun, Fernando menilai penampilan Andika Perkasa yang kurang memakai atribut lengkap ketika melepaskan rombongan Presiden ke Roma menjadi satu pertanda lain.

Melihat pertanda itu, dia menduga kuat Andika Perkasa tidak akan menjadi Panglima TNI. Tetapi akan mendapatkan jabatan di luar TNI seperti kepala BIN yang selama ini santer terdengar

"Biasanya sebagai komandan akan memakai perlengkapan penting lainnya ketika melakukan kegiatan penting seperti melepaskan rombongan Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke luar negeri," tuturnya.

Fernando menilai, sangat tidak lazim dalam acara protokoler di luar gedung, seorang Tentara tanpa tutup kepala, apalagi ini menghantar orang nomer satu  di Indonesia. Fernando pun menyarankan Museum Rekor Indonesia (MURI) perlu memberikan penghargaan kepada Andika Perkasa sebagai pemecah rekor acara resmi kenegaraan Kepala Staf tanpa tutup kepala.

"Atau ini bagian dari karakter pengabaian dari norma-norma etika baku?" tanyanya.

Direktur Rumah Politik (RoI) Indonesia ini mengungkapkan, penampilan Jenderal Andika yang tidak berseragam lengkap kemarin bukanlah momen atau sesuatu yang spesial. Tafsir seolah-olah KSAD direstui sebagai Panglima TNI oleh Presiden adalah sesuatu yang absurd.

Kehadiran Andika di momen keberangkatan Jokowi ke Roma, menurut Fernando, semata-mata hanya untuk kebutuhan protokoler. Sebab dia melihat momentum lain yang justru bertolak belakang.

"Kalau mau dibandingkan misalnya pada saat Ibu Negara menolak di supiri oleh KSAD ketika ditawari oleh Presiden saat pameran alutsista di Istana pas hari raya kemerdekaan di depan Istana Negara Agustus lalu. Apakah kita bisa menafsirkan bahwa ada penolakan dari istana atas figur Andika?" tanyanya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya