Berita

Napak Tilas Ulama dan Pahlawan Nasional yang dilakukan oleh Angkatan Muda Kabah (AMK)/Ist

Nusantara

Bangun Spirit Pemuda dan Santri, AMK Napak Tilas ke Makam Ulama dan Pahlawan Nasional

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 21:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Napak tilas perjuangan pahlawan bangsa dan ulama dilakukan Pengurus Nasional Angkatan Muda Kabah (AMK) untuk membangkitkan spirit pemuda dan santri Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ketua Bidang Dakwah dan Muamalah PN AMK, Fajar Edi Wijaya mengatakan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas Ulama dan Pahlawan Nasional bertajuk "Ayo Merajut Kebersamaan" di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/10)

Dia menerangkan, acara yang dibuat tersebut diharapkan mampu menggugah kaum santri dan pemuda untuk berkaca dari perjuangan para ulama dan pahlawan.


"Diharapkan para pemuda dan santri dapat lebih bersemangat setelah belajar dari sejarah, bagaimana para ulama dan aulia berjuang sekuat jiwa dan raga agar bangsa ini tegak berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia," kata Fajar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/10).

Karena itu, lanjut Fajar, seluruh kader AMK harus membangun spirit perjuangan dan pembangunan yang sudah menjadi cita-cita para pendiri bangsa ini.

"Apa yang telah diajarkan para ulama dan pahlawan dalam sejarah perjuangan bangsa ini jangan dibuat mainan, harus tetap kokoh dan membumi menjadi kekuatan NKRI," imbuhnya.

Fajar menegaskan, pelajaran yang dipetik dari para ulama, aulia dan pahlawan harus dapat dijadikan sebagai spirit oleh pemuda dan santri untuk melakukan perubahan. Sebab, notabenenya pemuda adalah agent off change.

"Pemuda mampu menjadi lokomotif perubahan di segala sektor pembangunan dan perjuangan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Nasional AMK, Rendhika D Harsono menuturkan, sejarah telah membuka mata seluruh rakyat Indonesia bagaimana seorang Idham Chalid yang merupakan ulama dan juga pahlawan bangsa menegaskan pentingnya  kekokohan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan perjuangan sosial, politik dan agama, sebagai pemersatu bangsa.

Maka dengan itu, Rendhika berharap tidak ada lagi pemuda dan santri yang disorientasi terhadap kemajuan bangsa. "Kita dorong pemuda dan santri sebagai aktor perubahan menuju kebangkitan Indonesia," ujar Ketua DPP PPP ini.

AMK sendiri, kata Rendhika, menganggap penting bagi kader-kadernya membaca dan mengetahui sejarah melalui kegiatan napak tilas seperti ini. Dengan begitu esensi peran AMK sebagai organisasi kepemudaan akan sejalan dengan semangat juang para ulama dan pahlawan seperti KH Idham Chalid.
 
Sekjen PN AMK Ainul Yaqin menambahkan, kegiatan napak tilas ini sekaligus mendoakan para ulama dan pahlawan nasional seperti KH Idham Chalid, Habib empang alias Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas, Pangeran Jayakarta, dan ulama serta pahlawan bangsa lainnya.

"Kami juga mendoakan Habib Cikini alias Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Habib Kwitang alias Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi, Habib Kuncung alias Habib ahmad Al-Hadad, Habib Luar Batang alias Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus, dan para habaib yang sudah mendedikasikan perjuangan untuk umat dan bangsa ini," terangnya.

"Diharapkan, belajar sejarah dan sambil berdoa, semoga kita bisa mengikuti jejak mereka,"  pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya