Berita

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov/Net

Dunia

Kremlin Ingatkan Kiev: Penggunaan Drone Turki Perburuk Konflik Ukraina

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 08:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah peringatan disampaikan Kremlin kepada Ukraina, Rabu (27/10) menyusul beredarnya rekaman yang dirilis militer negara itu yang menunjukkan penggunaan pesawat tak berawak buatan Turki untuk melawan separatis pro-Rusia di Ukraina Timur.

Sehari sebelumnya, Militer Ukraina memposting video di Facebook yang menunjukkan pesawat tak berawak Bayraktar T2B menghancurkan howitzer buatan Rusia di daerah yang dikuasai separatis.

Dalam pernyataannya yang disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu (27/10), Rusia memperingatkan bahwa apa yang dilakukan Kiev dapat semakin memperburuk konflik di Ukraina.


“Kami memiliki hubungan khusus dan baik dengan Turki. Sayangnya, kasus ini membangkitkan kekhawatiran kami bahwa pengiriman persenjataan semacam itu ke militer Ukraina berpotensi mengganggu stabilitas di garis pertempuran,” kata Peskov, seperti dikutip dari  The Moscow Times, Kamis (28/10).

Penjualan pesawat tak berawak Turki ke Ukraina memperumit hubungannya dengan Rusia, yang telah memberikan bobot politiknya di belakang separatis Ukraina.

Moskow dan Ankara bekerja sama erat dalam pertahanan, termasuk dalam konflik di Suriah dan Libya, dan Turki telah membeli senjata dari Rusia, termasuk sistem pertahanan rudal S-400. Sayangnya, kerja sama itu dicoreng dengan keputusan Turki menjual drone ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menggemakan kekhawatiran Peskov, mengatakan Rusia sedang menyelidiki laporan bahwa Ukraina menggunakan pesawat tak berawak Turki.

Pemantau internasional di Ukraina timur, yang menggunakan pesawat tak berawak untuk melaporkan pelanggaran gencatan senjata, baru-baru ini mengatakan pesawat tak berawak mereka sedang macet.

Konflik tersebut telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa dan militer Ukraina mengatakan Rabu bahwa salah satu tentaranya tewas - kekalahan kedua Ukraina dalam pertempuran dalam dua hari.

Kiev dan sekutu Baratnya menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata untuk mendukung separatis, klaim yang dibantah Moskow.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya