Berita

Ekonom senior Fuad Bawazier/Net

Politik

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 18:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ekonom Fuad Bawazier mengkritisi berkembangnya sistem pinjaman uang secara online yang berujung pada penipuan hingga mengintimidasi para pelangganya.

Menurut Fuad, pinjaman online (Pinjol) merupakan kejahatan dan yang merugikan masyarakat dan negara. Padahal, kata Fuad polisi juga sudah bertindak.

Bahkan sebelum ramai disorot, Fuad mengaku sudah lama melihat Pinjol sebagai praktik kejahatan yang merusak dan merugikan masyarakat dan negara.


"Pinjol itu lebih tepat disebut sebagai Pinjaman Jahat Orang Liar. Dalang atau pelaku utamanya belum tentu terungkap. Tidak perlu lagi diuraikan kejahatan dari pebisnis Pinjol, sebab sudah ramai diberitakan di media TV, cetak dan Medsos,” ucap Fuad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/10).

Dia sempat menganjurkan kepada masyarakat yang sudah kadung terjerembab pada jurang Pinjol agar tidak perlu membayarnya kepada lintah darat itu.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat agar melawan segala bentuk teror dengan modus penagihan Pinjol.

"Kami sendiri pernah menyerukan agar mereka yang sudah terlanjur terlibat pinjaman online, tidak usah membayarnya dan berani melawan teror pinjaman online. Ganti nomor HP-nya untuk memutus komunikasi dengan Pinjol,” tegasnya.

Selain itu, mantan Menteri Keuangan ini juga menyarankan kepada nasabah untuk menggalang kekuatan dengan berbagai organisasi. Tujuannya, agar dapat menghadapi para pelaku Pinjol.

Dengan begitu, Fuad meyakini pemerintah akan memberi perhatian serius pada isu Pinjol.

"Kami juga pernah menyarankan agar nasabah menggalang kekuatan dengan LSM, lingkungan dan ormas ormas yang anti lintah darat menghadapi fisik bila penagih Pinjol datang. Gebuki saja dan laporkan kepada polisi setempat,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah gagal memberikan perlindungan kepada masyarakat, sampai akhirnya Presiden Jokowi sendiri turun tangan sehingga kini semua jajarannya bergerak memerangi Pinjol, dan menawarkan perlindungan kepada korban Pinjol.

"Bahkan Menko Mahfud MD menyerukan agar nasabah Pinjol tidak usah membayar utangnya. Seruan ini patut didukung karena berkeadilan, dan sekaligus sebagai strategi jitu mematikan bisnis jahat Pinjol,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya