Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Repro

Bisnis

Mendominasi di ASEAN, Airlangga Hartarto: Transaksi Digital RI Tahun 2025 Diproyeksi Bisa Mencapai US$ 124 Miliar

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 20:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pergeseran perilaku masyarakat ke arah "low-touch and contactless economy" terutama di masa pandemi memberikan peluang akselerasi transformasi digital di berbagai sektor bisnis di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, pada triwulan II-2021 sektor informasi dan komunikasi berhasil tumbuh sebesar 6,87 persen (yoy), dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy).

Dari segi demografi, Airlangga melihat Indonesia berpotensi mendukung pembentukan ekosistem digital yang berkelanjutan. Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Generasi Z dan Milenial berusia 8 sampai dengan 39 tahun yang memiliki tingkat adopsi digital tinggi.


Dia menyebutkan, sebanyak 37 persen konsumen baru ekonomi digital telah muncul selama pandemi Covid-19, dan 93 persen di antaranya akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital pasca pandemi Covid-19.

"Aktivitas ekonomi digital di Indonesia terus meningkat, bahkan 41,9 persen total transaksi ekonomi digital ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia yang mencapai 44 miliar dolar Amerika Serikat," ujar Airlangga dalam acara Founders’ Day-Peringatan Ulang Tahun Grup Ciputra ke-40, di Jakarta, Jumat (21/10).

Dengan potensi yang dimiliki Indonesia tersebut, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini memprediksi transaksi digital di dalam negeri akan meningkat cukup pesat pada empat tahun mendatang.

"Dan di 2025 diproyeksikan mencapai 124 miliar dolar Amerika Serikat," katanya.

Kondisi pandemi Covid-19, lanjut Airlangga, juga telah mendorong perkembangan pesat pada teknologi pendidikan dan kesehatan sebagai dampak penerapan pembelajaran dan konsultasi kesehatan secara online. Sehingga, transaksi digital akan semakin tinggi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya