Berita

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah/Net

Bisnis

Ekonom: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membangun Daya Saing RI di Mata Dunia

KAMIS, 21 OKTOBER 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembangunan Kereta cepat Jakarta-Bandung dinilai bakal meningkatkan daya saing Indonesia di mata global. Pasalnya, proyek strategis nasional (PSN) tersebut menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dirasakan masyarakat manfaatnya setelah beberapa lama dibangun dan dioperasikan.

"Infrastruktur itu salah satu syarat untuk kita membangun daya saing. Dengan adanya kereta cepat, seperti juga jalan tol, maka ada kemudahan yang bisa berdampak baik untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Piter kepada wartawan, Kamis (21/10).


PSN yang pembangunannya dikomandoi oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu, menurut Piter, akan didukung oleh transportasi yang terintegrasi seperti light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) di DKI Jakarta, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan waktu tempuh yang lebih cepat dan efisien.

Tak hanya itu, transportasi ini juga akan dihubungkan dengan moda transportasi massal di setiap wilayah, sekaligus juga menjadi ikon kebanggan Indonesia karena menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara.

Piter memperkirakan, dengan harga tiket antara Rp 250.000-Rp 350.000 dengan perjalanan sekitar 30 menit sampai dengan 40 menit, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan meningkatkan efisiensi investor dan pelaku usaha.

"Kereta api cepat akan jadi alternatif transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi para pelaku bisnis," kata dia.

Karena itu, Piter meyakini hal ini secara tidak langsung menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. Karena dia melihat proyek ini memang digagas untuk meningkatkan efisiensi bisnis, dan tecermin dari dipindahkannya stasiun terakhir yang awalnya berada di Tegalluar ke Stasiun Padalarang.

Selain itu, Piter mengungkapkan bahwa nantinya KAI akan menyiapkan kereta penghubung antara Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung, sehingga penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung tak perlu bermacet-macetan menuju pusat Kota Kembang.

Ditambah lagi, lanjut Piter, kereta cepat juga akan diintegrasikan dengan LRT di Stasiun Halim. Di mana nantinya melalui stasiun ini kereta cepat akan membuka koridor hunian baru.

"Seperti di Karawang, untuk kaum millenial yang perlu perumahan murah namun dengan akses yang bagus ke pusat kota," demikian Piter.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya