Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri terkait di acara Groundbreaking Smelter Freeport, di Gerisik, Jawa Timur, Selasa siang, 12 Oktober/Ist

Politik

Airlangga Hartarto: 23 Ribu Tenaga Kerja Terserap di 15 KEK

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 22:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebanyak 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah beroperasi telah menyerap sekitar lebih dari 20 ribu tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, 15 KEK dari total 19 KEK yang dimiliki Indonesia memiliki nilai investasi mencapai Rp 64,4 triliun.

"Ini dari jumlah 150 perusahaan (yang berinvestasi di 15 KEK) sudah ada 23 ribu tenaga kerja (terserap), dan ekspornya sebesar 3,8 triliun," ujar Airlangga saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia, di KEK Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10)


Saat ini, lanjut Airlangga, komitmen investasi di 19 KEK berkembang menjadi Rp 92,9 triliun dengan realisasi investasi pelaku usaha dan badan usaha mencapai Rp 54,6 triliun.

Angka Investasi itu, dijelaskan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, berasal dari penambahan jumlah pelaku usaha di KEK menjadi sebanyak 167 pelaku usaha yang telah meningkatkan jumlah lapangan kerja menjadi sebanyak 27.090 orang.

KEK Gresik sendiri, kata Airlangga, merupakan satu dari empat KEK tambahan. KEK ini ditetapkan pada 28 Juni 2021 melalui Peraturan Pemerintah (PP) 71/2021.

KEK ini memilki lahan luas total sebesar 2.167 hektare dengan target nilai investasi dalam lima tahun pertama sebesar Rp71 triliun.

Mantan Menteri Perindustrian ini menyebutkan, kegiatan utama dari KEK ini meliputi industri metal (smelter), industri elektronik, industri kimia, industri energi dan logistik.

"Pelabuhan yang sebelumnya 500 x 30 meter diperpanjang jadi 1.000 x 50 meter. Kapal 200 ribu DWT sudah bisa dibongkar di sini," bebernya.

Lebih lanjut, Airlangga berharap dengan dermaga yang akan diperdalam menjadi 16 LWS untuk dapat melayani bongkar muat kapal-kapal besar, pelabuhan di KEK Gresik.

"Ini berpotensi menjadi hub strategis di Indonesia," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya