Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Insinyur Nuklir dan Istri Diringkus FBI karena Jual Rahasia Kapal Selam kepada Pihak Asing

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) berhasil menggagalkan upaya suami isteri asal Maryland yang menjual informasi rahasia tentang kapal selam nuklir AS kepada kekuatan asing.

Insinyur nuklir Jonathan Toebbe dan istrinya Diana Toebbe, ditangkap di Jefferson County, Virginia Barat, oleh FBI dan Layanan Investigasi Kriminal Angkatan Laut pada Sabtu (9/10) waktu setempat.
Keduanya dituduh menjual data terbatas mengenai desain kapal perang bertenaga nuklir selama setahun kepada seseorang yang mereka anggap sebagai perwakilan dari kekuatan asing. Tanpa mereka ketahui, orang itu sebenarnya adalah agen FBI yang menyamar.

Jonathan Toebbe adalah seorang karyawan Angkatan Laut AS. Ia bekerja di Program Propulsi Nuklir Angkatan Laut dan memiliki izin keamanan untuk mengakses data terbatas tentang desain kapal selam nuklir dan reaktornya.

Jonathan Toebbe adalah seorang karyawan Angkatan Laut AS. Ia bekerja di Program Propulsi Nuklir Angkatan Laut dan memiliki izin keamanan untuk mengakses data terbatas tentang desain kapal selam nuklir dan reaktornya.

Pada April 2020, ia diduga mengirim sampel data terbatas ini ke pemerintah asing, bersama dengan surat yang berbunyi: “Tolong teruskan surat ini ke badan intelijen militer Anda. Saya percaya informasi ini akan sangat berharga bagi bangsa Anda. Ini bukan tipuan.”

Menurut dokumen pengadilan yang dimuat Russian Today pada Senin (11/10), Toebbe menulis bahwa informasi itu dikumpulkan secara perlahan dan hati-hati selama beberapa tahun dalam pekerjaan normal untuk menghindari menarik perhatian, dan menyelundupkan melewati pos pemeriksaan keamanan beberapa halaman sekaligus.

Negara yang dimaksud tidak disebutkan namanya oleh Departemen Kehakiman, tetapi surat itu dicegat oleh atau diberikan kepada FBI sebelum mencapai tujuannya.

Seorang agen yang menyamar menghubungi Toebbe, dan pasangan itu mengatur kesepakatan di mana Toebbe akan menyerahkan data lebih lanjut dengan imbalan pembayaran dalam mata uang kripto.

Agen tersebut mengirim Toebbe 10.000 dolar AS dalam bentuk uang kripto Juni ini. Tak lama setelah itu, Toebbe dan istrinya diduga melakukan perjalanan ke 'dead drop' yang telah diatur sebelumnya di Virginia Barat, di mana istri insinyur bertindak sebagai pengintai sementara Toebbe menempatkan kartu SD di dalam sandwich selai kacang untuk kemudian dikumpulkan oleh agen.

Dia kemudian mengirim kunci enkripsi untuk kartu SD dengan tambahan imbalan sebesar 20.000 dolar AS, dan FBI dapat memverifikasi bahwa kartu tersebut memang berisi 'data terbatas yang terkait dengan reaktor nuklir kapal selam'.

Toebbe dan istri ditangkap di West Virginia pada hari Sabtu, ketika mereka mencoba pertukaran ketiga.

Selama berbulan-bulan korespondensi mereka, Toebbe awalnya tidak percaya pada agen tersebut, dan ragu-ragu untuk bertemu kontaknya jika dia masuk ke dalam jebakan. Agen berhasil membujuknya dengan persuasi, dan dengan mengatur 'sinyal' dari kedutaan negara asing selama akhir pekan Memorial Day.

Tidak diungkapkan seperti apa bentuk sinyal ini, atau bagaimana FBI mengaturnya dengan negara yang bersangkutan.

Toobe tampaknya memiliki visi romantis untuk menjual rahasia negara. Membahas bagaimana dia dan istrinya mungkin pada akhirnya harus melarikan diri dari AS.

“Suatu hari, ketika aman, mungkin dua teman lama akan memiliki kesempatan untuk bertemu satu sama lain di kafe, berbagi sebotol anggur, dan menertawakan cerita tentang eksploitasi bersama mereka," kata Toebbe kepada agen yang menyamar itu.

Pasangan itu telah didakwa dengan dua pelanggaran terkait spionase: Konspirasi untuk Mengkomunikasikan Data yang Dibatasi, dan Komunikasi Data yang Dibatasi. Kedua pelanggaran membawa hukuman terbuka.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya