Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Persediaan Batu Bara Menipis, Negara Bagian India Alami Pemadaman Listrik

SABTU, 09 OKTOBER 2021 | 14:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurangnya pasokan batu bara telah menyebabkan pemadaman listrik di wilayah negara bagian India Utara dalam beberapa terakhir.

Mengutip data operator jaringan federal, Reuters melaporkan pada Jumat (8/10), bahwa lebih dari setengah dari 135 pembangkit listrik tenaga batu bara India, yang secara total memasok sekitar 70 persen listrik India saat ini hanya memiliki stok bahan bakar kurang dari tiga hari.

Pasokan listrik India mengalami defisit dalam tujuh hari pertama bulan Oktober sebesar 11,2 persen dari total kekurangan negara sepanjang tahun, menurut analisis Reuters dari data pengiriman beban harian dari regulator jaringan federal POSOCO.


Kekurangan listrik India dalam tujuh hari pertama Oktober lebih dari 21 kali defisit pada periode yang sama tahun lalu, dan lebih dari empat kali lipat pada 2019. Kekurangan pasokan selama dua tahun terakhir sebagian besar terbatas pada wilayah yang dilanda perselisihan, Jammu dan Kashmir.

"Selama beberapa hari terakhir, kami tidak memiliki listrik selama 7-8 jam sehari," kata Prashant Raj, seorang manajer toko elektronik di distrik Madhubani, Bihar kepada Reuters.

Negara bagian Jharkhand dan Bihar di bagian timur India, dan Rajasthan di bagian barat laut termasuk di antara yang terkena dampak terburuk, menurut analisis data pengiriman muatan harian dari regulator jaringan federal POSOCO.

Data POSOCO mengungkapkan bahwa Jharkhand mencatat defisit daya sebesar 18 -24 persen, sementara pasokan listrik ke Bihar dan Rajasthan antara 6 dan 17 persen di bawah persyaratan,

Vaishali Master, seorang arsitek berusia 52 tahun yang tinggal di desa Aleesar yang terletak lebih dari 50 kilometer (31,07 mil) dari ibukota negara bagian Rajasthan, Jaipur, mengatakan bahwa dia mengalami pemadaman listrik selama 12-14 jam selama empat hari terakhir.

“Ada banyak pemadaman yang tidak terjadwal. Kami hampir tidak pernah memiliki listrik di malam hari,” katanya.

Data juga menunjukkan bahwa negara-negara industri seperti Gujarat dan Haryana juga menghadapi lebih banyak kekurangan daripada rata-rata minggu ini, seperti halnya beberapa bagian dari negara bagian Uttar Pradesh yang paling padat penduduknya di India, yang menghadapi pemilihan pada awal 2022.

"Kami menyaksikan lebih dari empat gangguan yang berdurasi dua hingga lima menit dan di industri mana pun gangguan tersebut menyebabkan lebih banyak kerugian daripada pemadaman listrik yang lebih lama. Situasinya memburuk," kata VK Agarwal, seorang industrialis di ibu kota Uttar Pradesh, Lucknow.

Seorang pejabat senior di dewan listrik negara bagian Kerala di India selatan bahkan telah meminta warganya untuk membatasi penggunaan peralatan listrik seperti penggiling dan pengering setelah matahari terbenam.

Federasi Industri Mineral India (FIMI), sebuah kelompok lobi industri logam, memperingatkan penutupan pabrik dan kehilangan pekerjaan pada Kamis (7/10).

"Krisis batubara akut saat ini karena berbagai faktor telah menciptakan situasi yang sangat genting bagi konsumen batubara, terutama untuk industri aluminium dan baja," kata FIMI dalam surat tertanggal 6 Oktober kepada birokrat tinggi di Kementerian Batubara.

Kekurangan di India,  konsumen batu bara terbesar di dunia setelah China,  mengikuti pemadaman yang meluas di negara tetangga mereka, China, yang telah menutup pabrik dan sekolah untuk mengelola krisis.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya