Berita

Aksi protes warga Brasil dengan menuntut pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro/Net

Dunia

Kampanye Nasional Anti-Bolsonaro, Puluhan Ribu Warga Brasil Minta Sang Presiden Dimakzulkan

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 07:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Warga Brasil kembali menyerukan pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro atas buruknya penanganan pandemi Covid-19 dan berbagai masalah lainnya.

Puluhan ribu orang berkumpul di Rio de Janeiro, Sao Paulo, Brasilia, dan puluhan kota lainnya sebagai bagian dari "Kampanye Nasional Mengeluarkan Bolsonaro" pada Sabtu (2/10). Aksi itu juga didukung oleh selusin partai politik sayap kiri dan kelompok buruh.

Media lokal menyebut aksi protes digelar di 20 dari 27 negara bagian Brasil, yang terdiri di 60 kota, termasuk 14 ibukota negara bagian.


Di Candelaria, pusat Rio de Janeiro, ratusan orang dengan kompak menyerukan "Bolsonaro keluar!", sembari membawa beberapa spanduk besar.

"Kami akan mengeluarkannya. Harapan orang-orang di jalanan ini adalah untuk menekan legislator sehingga mereka menyerukan pemakzulan," kata seorang pensiunan profesor yang ikut dalam protes, Elizabeth Simoes.

Di Sao Paulo, puluhan ribu orang berkumpul pada Sabtu sore di Paulista Avenue pusat. Sementara itu, ratusan demonstran berkumpul di sepanjang Esplanade of Ministries di Brasilia.

Dimuat The National, sudah ada lebih dari 100 permintaan untuk pemakzulan Bolsonaro yang diajukan ke Kamar Deputi. Namun pemimpin Kamar Deputi, Arthur Lira, yang diketahui merupakan sekutu pemerintah, menolak permintaan itu.

"Penduduk akan kelaparan, dan kami tidak tahan lagi dengan pemerintahan ini," kata Isadora Lessa, demonstran di Rio.

Dikepung oleh penyelidikan yudisial dan krisis ekonomi, popularitas Bolsonaro telah anjlok dalam beberapa bulan terakhir menjadi 22 persen, level terendah sejak ia menjabat pada Januari 2019.

"Apa pentingnya berada di sini? Bahwa dia tahu dia tidak memiliki suara bulat, bahwa dia akan mengalami kesulitan untuk terpilih lagi," kata Marcelo Werneck, yang bergabung dengan protes di Rio.

"Jika dia tidak menghadapi pemakzulan, dia kalah dalam pemilihan pada 2022," tambahnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya