Berita

Ketum Peradi Otto Hasibuan dan begawan ekonomi, DR. Rizal Ramli/Net

Publika

Otto Hasibuan Apresiasi Biografi Rizal Ramli, Sosok Pejuang yang Utamakan Rakyat

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 07:30 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

BAGI elit kekuasaan yang korup, Rizal Ramli dikesankan sombong karena intelectual superiority. Namun bagi mayoritas rakyat, Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini adalah intelektual pejuang yang track record-nya dalam membela kepentingan rakyat bisa ditelusuri secara terbuka melalui jejak digital  dan pemberitaan media massa.

“Rizal Ramli yang saya kenal memang pejuang yang selalu mementingkan kepentingan rakyat dan negara dibanding kepentingannya sendiri,” tandas Ketua Umum Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Dr. Otto Hasibuan, dalam sambutan buku biografi Rizal Ramli, berjudul “Cinta, Kegigihan, dan Patriotisme: Kisah Inspiratif Seorang Anak Yatim Piatu”.

Biografi  yang akan segera diterbitkan ini antara lain menceritakan kisah hidup Rizal Ramli yang pada usia 8 tahun telah menjadi yatim piatu.


Ibundanya yang wafat saat Rizal Ramli berumur 6 tahun ternyata meninggalkan warisan cinta yang sangat berharga. Sang bunda memberikan legacy berupa kebiasaan membaca sejak Rizal Ramli berumur 3 tahun.

Inilah yang membuat wawasannya terus berkembang luas dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Sedangkan cinta sang nenek yang kemudian mengasuhnya menghasilkan nilai-nilai berupa kegigihan, sikap pantang menyerah, mandiri, dan kesederhanaan.

Peran Hera, mendiang istri Rizal Ramli, juga tidak kalah penting. Cinta Hera sebagai seorang wanita Jawa telah menorehkan nilai-nilai toleransi (tepo-seliro) dan minat kepada estetika seni serta pluralisme.

Anugerah cinta dan kegigihan ini kemudian menumbuhkan patriotisme, yang nampak pada saat Rizal Ramli menjadi tokoh pergerakan mahasiswa ITB, 1978, dalam menentang otoritarianisme rezim Orde Baru dan memimpin Gerakan Anti Kebodohan pada 1976.
‘
Gerakan ini menjadi salah satu legacy Rizal Ramli yang kemudian menghasilkan UU Wajib Belajar. Saat itu sebagai mahasiswa usianya masih sangat belia, 20-an tahun.

Cinta, kegigihan, dan patriotismenya terhadap bangsa dan tanah air ini  selalu tergambar dari sikapnya, baik saat di dalam maupun di luar pemerintahan.

Otto Hasibuan sendiri sudah sejak lama bersahabat dengan Rizal Ramli.

Otto misalnya pernah menjadi pembela Rizal Ramli saat Sang Rajawali Ngepret ini menentang arus impor pangan yang sangat merugikan petani dalam negeri.

Ironis, Rizal Ramli malah dituduh mencemarkan nama seorang tokoh yang juga ketua umum partai politik.

Tak gentar karena benar Rizal Ramli kemudian balik melaporkan tokoh itu dalam kapasitas sebagai pribadi, bukan sebagai ketua umum partai.

Dalam laporannya ke Bareskrim Polri Rizal Ramli menyampaikan gugatan sebesar lebih dari Rp 1 triliun.

Rizal Ramli merasa tokoh itu telah melakukan pencemaran nama baiknya melalui media elektronik dan melakukan fitnah. Ia mempermasalahkan tuntutan tim advokasi hukum partai tersebut.

“Pencemaran nama baik dan perusakan reputasi Doktor Rizal Ramli di dalam negeri dan internasional telah menimbulkan kerugian imateril sebesar Rp 1 triliun dan materil sebesar Rp 100 miliar. Kerugian imateril dan materil Rizal Ramli tersebut sudah selayaknya diganti oleh tokoh itu,” demikian penegasan gugatan balik tim pengacara yang dipimpin oleh Otto Hasibuan.

Kalau gugatan sebesar itu tercapai untuk apa uangnya?

Rizal Ramli berniat menyumbangkannya untuk para petani, nelayan, dan petambak garam yang selama ini dirugikan oleh kebijakan impor pangan yang saat itu dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan di bawah menteri Enggartiasto Lukita.

‘’Seluruhnya akan kami sumbangkan buat petani, nelayan, dan petambak garam di Indonesia,’’ tandas Rizal Ramli, yang hati, pikiran, dan tindakannya, selalu ia lekatkan kepada nasib wong cilik itu.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya