Berita

Ilustrasi Hoax/Net

Politik

Tangkal Hoax Covid-19, Dewan Pers Gandeng Satgas Libatkan 3 Ribu Wartawan

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 22:30 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Pers minta pers berperan menangkal isu hoax terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan mengatakan, pers harus didorong mengikuti panduan yang ada di Undang Undang Pers.

Kata Asep, perilaku wartawan dalam memproduksi produk jurnalistik untuk mengacu pada kode etik jurnalistik.


"Dalam kode etik jurnalistik disebutkan dalam pasal 5 yaitu tidak menyebarkan berita bohong," kata Asep, kepada wartawan, Senin (14/9).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat hingga 8 Agustus 2020 sebanyak 1.028 hoaks tersebar di berbagai platform media sosial terkait disinformasi tentang virus Corona (Covid-19).

Lebih lanjut Asep menjelaskan, peran menangkal isu hoax dimasa pandemi Covid-19, Dewan pers telah bekerjasama dengan Satgas Covid-19 yang melibatkan 3000 wartawan.

"Ini salah satu instrumen dimana tadi berita hoax terutama seputar Covid tidak merupakan sumber berita dari publik," urainya.

Asep juga meminta awak pers tetap harus memberitakan sesuai dengan konteks. Termasuk membuat berita yang tidak menimbulkan kegaduhan.

"Berita yang tidak menimbulkan kesulitan masyarakat, tidak menimbulkan kontroversi. Kira-kira ini yang sudah kita laksanakan selama ini bagaimana Dewan Pers menangkal berita hoax sekitar Covid-19 ini," ucapnya.

Asep memberikan tips untuk mengecek berita tetap sahih, faktual dan memiliki landasan yang benar. Pertama sudah kewajiban audiens atau pers disini untuk memeriksa apakah kontennya kontroversial atau tidak.

"Jelas ini memerlukan cek kepada media lain tentang konten ini. yang kedua salah satu instrumen adalah memeriksa media masa terutama media online disini apakah media ini baru atau baru dikenal publik," jelasnya.

Selanjutnya untuk menangkal isu hoak pada masa pandemi Covid-19, publik juga dapat mengecek alamat dan juga penanggung jawab media tersebut.

"Jadi dengan demikian publik bisa mengetahui apakah berita itu berita yang hoax atau tidak dari instrumen-intrumen tadi," bebernya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya