Berita

Foto Disway

Dahlan Iskan

Tanpa Hiburan

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 04:43 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SAYA titip pertanyaan ini kepada Si Cantik dokter ahli kandungan di Palembang itu. "Apakah Heryanti sudah minta maaf kepada Irjen Pol Eko Indra Heri?"

Sebenarnya dr Siti Mirza Nuria sudah malas menghubungi putri bungsu almarhum Akidi Tio itu. Tapi sang dokter merasa seperti saya: kasihan pada sang Kapolda. Sampai diberhentikan dari jabatan yang begitu terhormat. Dan kini hanya "parkir" di Mabes Polri.

Saya memang terus mendorong agar Heryanti mau minta maaf kepada Kapolda itu. "Kan gara-gara Anda Kapolda sampai diberhentikan," ujar dr Nur kepada Heryanti.


Heryanti ternyata mau menjawab pertanyaan itu. “Dia bilang sudah minta maaf, ujar dr Nur mengutip jawaban sahabatnya itu.

Saya titip pertanyaan berikutnya lagi: "Minta maafnya pakai WA, telepon, atau langsung menemui Kapolda?" tanya saya.

Sang dokter meneruskan pertanyaan susulan itu. Dan ini jawab Heryanti: secara pribadi sudah menemui Kapolda dan sudah minta maaf.

"Tapi saya meragukan jawaban Heryanti itu," ujar Sang dokter. "Saya cek ke teman-teman, Heryanti belum menemui Pak Eko," tambahnya.

Hebatnya, menurut dr Nur, Heryanti juga mengatakan akan meminta maaf secara lebih luas lagi. Lewat media. Itu akan dia lakukan kalau dana yang ada di Singapura sudah cair. Dan sumbangan Rp 2 triliun itu sudah dia realisasikan. "Mungkin jumlahnya tidak seperti yang diharapkan semula, tapi akan saya bayar," ujarnya kepada dr Nur.

Lima hari lalu Heryanti juga masih menghubungi dr Nur. Ada kabar baik hari itu. Menurut Heryanti, tim yang menangani dana bapaknya yang di bank di Singapura itu sudah tiba di Palembang. "Tapi mereka masih istirahat. Baru menjelang subuh tadi tiba," ujar Heryanti kepada dr Nur.

"Saya sempat berharap uang saya akan dia kembalikan," ujar dr Nur.

Lalu saya sampaikan padanya bahwa jangan dulu berharap. Bisa kecewa. "Bagaimana bisa tim itu tiba di Palembang menjelang subuh? Jalan Darat ? Dari Jakarta?" kata saya pada dr Nur.

Ketahuan sekali bohongnya. Terbukti. Ternyata janji kali ini pun meleset. "Mungkin sudah meleset yang ke 200 kalinya," ujar dr Nur.

Mungkin Heryanti sangat berharap agar dr Nur mencabut pengaduannya ke Polda Sumsel.

Saya tetap minta pada dr Nur untuk terus menjaga kontak dengan Heryanti. Tanpa harus berharap uangnya yang hampir Rp 3 miliar dibayar.

Terasa sekali Heryanti punya kepentingan untuk terus menghubungi dr Nur. Seminggu bisa tiga-empat kali. Agar sang dokter mau mencabut pengaduannya ke Polda Sumsel. “Saya akan cabut. Tapi kalau sudah dibayar," ujar dr Nur kepada Heryanti berkali-kali.

Sampai kemarin polisi masih belum memeriksa Heryanti. Polda pernah memanggil Heryanti. Gagal. Yang dipanggil tiba-tiba sakit. Sampai pingsan.

Tapi ada perkembangan baru: Rabu kemarin Heryanti dijemput polisi. Dia dibawa ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Di situ Heryanti tidak hanya diperiksa fisiknya, tapi juga jiwanya.

RS Ernaldi Bahar memang rumah sakit jiwa. Milik Pemprov Sumsel. Dulunya di Km 5 arah Jambi. Sejak sekitar 10 tahun lalu pindah lebih jauh: Km 12. Sedang lokasi lama dijadikan RSUD Siti Fatimah.

Polisi memang baru akan memeriksa Heryanti kalau dia dinyatakan sehat jasmani-rohani. Hasil pemeriksaan itu baru lengkap 14 hari setelah Rabu kemarin.

Heryanti sendiri tidak pernah kelihatan keluar rumah. Wartawan Surnatera Ekspres yang tiap hari melongok ke rumah Heryanti mendapati rumah itu selalu tertutup. Hanya polisi yang masih terus berjaga di dekat rumah itu. Tanpa pakaian dinas. "Agar dia dipastikan tetap ada di rumah," ujar petugas tersebut.

Sebenarnya saya berharap ada hiburan baru dari sumbangan Rp 2 triliun tanggal 26 Juli lalu itu. Tapi hiburan mahal rupanya memang tidak bisa sering-sering ada.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya