Berita

Lembah Panjshir/Net

Dunia

Iran: Campur Tangan Pakistan di Afghanistan Tak Akan Menghasilkan Apa-apa, Selain Kegagalan

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 08:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keterlibatan Pakistan dalam serangan udara Taliban ke Panjshir turut menjadi sorotan Iran. Teheran dengan tegas mengutuk campur tangan Pakistan di Afghanistan.

Untuk pertama kalinya sejak Taliban mengambil alih Kabul pada pertengahan Agustus lalu, Iran mengkritik kelompok tersebut atas serangannya terhadap minoritas Tajik di Panjshir.

"Semua orang harus tahu bahwa sejarah Afghanistan telah membuktikan bahwa campur tangan asing tidak akan menghasilkan apa-apa, selain kegagalan," ujar jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Senin (6/9).


Menyampaikan kekhawatiran atas situasi di wilayah Afghanistan bagian utara itu, Khatibzadeh mendesak Taliban untuk menghormati komitmennya dan menyelesaikan konflik secara politik melalui negosiasi.

"Tidak seorang pun boleh membiarkan jalan ini berakhir dengan pembunuhan saudara," tambahnya.

Minoritas Tajik yang banyak tinggal di wilayah utara Afghanistan dikenal memiliki keterikatan budaya dan historis dengan Iran.

Dari berbagai laporan, Pakistan diyakini turut membantu Taliban menyerang kelompok perlawanan National Resistance Force (NRF) di Panjshir dengan mengerahkan helikopter dan drone pada Minggu (5/9).

Selama pertempuran, jurubicara NRF Fahim Dashti meninggal dunia. Komandan NRF, Jenderal Abdul Wadud Zareh juga menyebut, paman Ahmad Massoud turut tewas dalam serangan drone.

Diyakini serangan itu dikoordinasikan oleh kepala badan intelijen Pakistan (ISI), Faiz Hameed dari Kabul. Itu karena Hameed melakukan kunjungan pertama ke Kabul setelah perebutan kekuasaan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya