Berita

Militan Taliban dan kelompok pejuang Front Perlawanan Nasional (NRF) berkonflik di Lembah Panjshir/AFP

Dunia

Lembah Panjshir Masih Membara, Kelompok Pejuang Tahan Ratusan Militan Taliban

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 21:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lembah Panjshir, Afghanistan masih membara. Militan Taliban dan kelompok pejuang Front Perlawanan Nasional (NRF) di wilayah itu kembali terlibat pertempuran pada akhir pekan ini (Minggu, 5/9).

Lembah Panjshir merupakan wilayah terakhir yang belum berhasil dikuasai oleh Taliban sejak merebut kekuasaan pertengahan Agustus lalu. NRF yang merupakan kelompok pejuang anti-Taliban dan setia kepada pemimpin lokal Ahmad Massoud, bertahan di wilyah itu.

NRF mengklaim, dalam pertempuran terbaru ini, mereka berhasil mengepung ribuan militan Taliban dan menangkapan ratusan dari mereka. Sementara itu, militan lainnya yang berhasil kabur meninggalkan kendaraan dan peralatan di daerah Dashte Rewak.


Juru bicara NRF Fahim Dashti mengungkapkan bahwa bentrokan hebat terjadi di wilayah itu.

Di sisi lain, juru bicara Taliban Bilal Karimi mengklaim di Twitter pada hari yang sama bahwa pasukannya telah merebut lima dari tujuh distrik di provinsi itu. Kata Karimi, distrik Khinj dan Unabah telah berhasil mereka rebut.

“Mujahidin (pejuang Taliban) maju menuju pusat (provinsi),” klaimnya.

Panjshir adalah provinsi Afghanistan terakhir yang bertahan melawan Taliban sejak merebut kekuasaan di Kabul pada 15 Agustus lalu.

Baik Taliban maupun NRF sama-sama mengklaim memiliki keunggulan di Panjshir. Taliban sendiri tidak pernah dapat mengendalikan lembah itu ketika memerintah Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001.

Situasi yang berkembang dikhawatirkan akan memicu perang saudara.

“Perkiraan militer saya, adalah bahwa kondisi tersebut kemungkinan akan berkembang menjadi perang saudara. Saya tidak tahu apakah Taliban akan mampu mengkonsolidasikan kekuasaan dan membangun pemerintahan,” kata Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Mark Milley, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya