Berita

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forkopimda saat tinjau kebijakan ganjil-genap di Puncak Bogor/RMOLJabar

Nusantara

Ganjil-Genap Puncak Bogor Diterapkan, 40 Persen Kendaraan Harus Putar Balik

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 20:32 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penerapan uji coba Ganjil-Genap terbukti ampuh dalam mengurangi angka kemacetan kendaraan yang akan memasuki jalur Puncak Bogor.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemkab Bogor, dalam dua hari penerapan uji coba Ganjil-Genap ini ada 40 persen kendaraan yang menuju Puncak berhasil diputarbalikan.

Sedangkan 60 persen kendaraan berhasil lolos memasuki kawasan Puncak yaitu yang berplat nomor Genap.


Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, selain mengatasi kemacetan di jalur Puncak, uji coba penerapan Ganjil-Genap ini merupakan langkah yang efektif untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan wisatawan yang akan memasuki kawasan Puncak setiap akhir pekannya.

Target dari kebijakan ini, kata Ade adalah Pemkab Bogor mampu menekan menekan laju kenaikan kasus Covid-19 di sektor pariwisata.

Perempuan yang juga Ketua DPW PPP Jawa Barat ini mengatakan bahwa masyarakat yang ingin menuju puncak tidak dipersulit. Pemerintah, ditambahkan Ade hanya meminta masyarakat menyesuaikan plat nomor kendaraan sesuai jadwal pemberlakuan ganjil genap.

"Tentu saja wajib menunjukan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19. Jika tidak bisa menunjukan petugas akan memutar balikan kendaraannya," kata Ade saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan uji coba Ganjil-Genap di pos 1 Simpang Gadog Ciawi, Sabtu (4/9) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Kebijakan ini, kata Ade, sebetulnya bakal menguntungkan warga yang akan menikmati keindahan alam Puncak.

Dengan kebijakan itu dikatakan Ade, para wisatawan bisa berwisata dengan nyaman, terhindar dari kemacetan parah dan tentu saja aman dari penyebaran Covid-19.

"Saya bersama AKBP Harun Kapolres Bogor, Letkol Inf Sukur Dandim 0621 Bogor, beserta Kadishub Bogor, sepakat bahwa kebijakan Ganjil-Genap ini bukan untuk menghambat aktivitas warga melainkan ikhtiar kita bersama dalam memerangi kasus Covid-19 agar masyarakat dapat kembali beraktifitas dengan tenang seperti sedia kala," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya