Berita

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ririn Kadariyah/Repro

Politik

Tingkatkan Ekosistem Pinjaman untuk Usaha Ultra Mikro, PIP Luncurkan Program "Bersama Sahabat-Umi Bangkit"

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 23:22 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Peningkatan ekosistem pinjaman para pelaku usaha khususnya segmen usaha Ultra Mikro (UMi), didorong oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, dengan meluncurkan kampanye bertajuk "Bersama Sahabat-UMi Bangkit".

Peluncuran program ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro agar bisa tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Di masa pandemi ini, PIP mencatat hampir 50 persen pelaku usaha UMKM terpaksa menutup usaha, karena tergerusnya modal usaha yang tidak dibarengi dengan kenaikan permintaan.


Direktur Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharaan, Ludiro ikut hadir dalam peluncuran kampanye “Bersama Sahabat - UMi Bangkit” dengan Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ririn Kadariyah.

Ludiro menyampaikan pesan Direktur Jenderal Perbendaharaan Hadiyanto agar kampanye ini menjadi berita baik bagi para pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) di Indonesia.

"Pusat Investasi Pemerintah selama ini telah banyak membantu usaha Ultra Mikro di seluruh Indonesia dalam hal pinjaman agar mereka bisa terus menjalankan usaha," ujar Ludiro saat peluncuran kampanye tersebut, Rabu (1/9).

Selain dukungan pinjaman, kata dia, PIP juga memberikan bantuan lain seperti pelatihan dan pendampingan dalam hal pemasaran, keuangan, masalah legal, digitalisasi, dan lain- lain.

Ludiro juga menyatakan, program-program yang dilakukan PIP diharapkan bisa lebih berdaya guna, dan mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 23/2020 tentang Pelaksanaan Program PEN Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Covid- 19.

Sementara itu Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah menyatakan kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit" bertujuan memperkuat Ekosistem UMi di Jawa dan Maluku Utara sebagai percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

"Penguatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa pihak baik dari lingkungan Kementerian Keuangan, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain," kata Ririn.

Beberapa program yang akan dilakukan antara lain program inkubasi UMi di Jawa Barat (Bandung Barat dan Majalengka) dan Jawa Timur (Malang), serta terbentuknya satu wadah untuk para pelaku usaha UMi di Maluku Utara.

Inkubasi UMi di Jawa Barat, dijelaskan Ririn, dilakukan dengan menggandeng Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap 35 debitur UMi di Kabupatan Bandung Barat dan Majalengka.

"Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, dan peningkatan pengetahuan digital," imbuhnya.

Sementara, Ririn menuturkan inkubasi UMi di Jawa Timur dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB).

"Pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB dilakukan di kota Malang dan difokuskan pada dua hal yaitu pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan," tuturnya.

Dari program inkubasi UMi yang telah dilakukan di Jawa Barat maupun di Jawa Timur, Ririn memastikan ke depannya PIP akan fokus pada pengembangan-pengembangan debitur di area kluster yang akan menjadi acuan sebagai percontohan Kampung UMi.

Dengan terbentuknya wadah bagi para pelaku usaha UMi di Ternate, Maluku Utara, lanjut dia, dilakukan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi 13 debitur UMi Ternate terkait nama produk, manajemen, pinjaman, dan pemasaran.

"Wadah ini juga dimaksudkan sebagai sarana promosi usaha dan belajar manajemen usaha agar pelaku usaha mikro di Ternate bisa naik kelas menjadi pengusaha UMKM ke depannya," ucapnya.

Lebih lanjut, Ririn menyatakan bahwa melalui kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit" ini, PIP ingin meneruskan hasil positif kinerja kelembagaannya pada tahun sebelumnya. Di mana, dengan kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk nyata PIP dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Agar semakin banyak pelaku usaha mikro yang naik kelas sehingga membawa manfaat bagi mereka secara pribadi, keluarga, maupun lingkungannya," pungkas Ririn.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya