Berita

Pemimpin politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi/Net

Dunia

Taliban Berkuasa, Siapa Saja yang Kecewa?

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 18:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepergian Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan yang dinilai tidak dipersiapkan dengan rapih telah memicu masalah baru, yaitu perebutan negara dengan cepat oleh Taliban hingga upaya evakuasi yang penuh kekacauan.

Angkat kakinya AS dan bangkitnya Taliban di Afghanistan sendiri mengundang reaksi beragam di negara-negara tetangga. Ada yang menganggap sebagai sebuah peluang, namun ada juga yang merasa dirugikan.

India


Menurut Wakil Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2019, Abdurrahman Mohammad Fachir atau AM Fachir, negara yang paling kecewa dengan perkembangan terakhir di Afghanistan adalah India.

"Yang paling kecewa dengan perginya Amerika adalah India, karena investasinya banyak sekali dalam 6-5 tahun terakhir. Tapi dengan keluarnya Amerika, tidak ada jaminan lagi. Saya bayangkan itu hangus semua," ujar Fachir dalam webinar yang digelar Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) bertajuk "Meneropong Nasib Afghanistan di Era Taliban dan Implikasinya untuk Indonesia" pada Kamis siang (26/8).

Pakistan

Ketika India terpuruk, Fachir mengatakan, yang untungkan adalah kompetitornya, yaitu Pakistan. Ia menyebut, Pakistan diuntungkan karena memiliki kedekatan dengan Taliban yang mayoritas dari suku Pashtun.

Pakistan merupakan negara pertama yang mengakui rezim Taliban pada 1996, sebelum dijatuhkan lewat invasi AS pada 2001. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan disebut melakukan kerjasama dengan Taliban.
 
China

China sendiri melakukan langkah yang agresif dengan bertemu Taliban, bahkan ketika pemerintahan resmi belum dibentuk. Bulan lalu, pemimpin politik Taliban bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Tianjin.

"Pertemuan itu luar biasa pesannya, simbolnya, dampaknya. Bayangkan saja China bertemu dan berbicara mengenai masa depan Afghanistan," terang diplomat top RI itu.

Fachri mengatakan, China memiliki setidaknya dua kepentingan di Afghanistan. Pertama terkait keamanan strategis karena Afghanistan berbatasan dengan Xinjiang. Kedua terkait ekonomi, yaitu proyek Belt and Road Initiatives (BRI).

"Logis kalau China merangkul Taliban yang dinilainya sebagai real power," tambahnya.

Posisi China sendiri terlihat dari keputusannya untuk mempertahankan pejabat-pejabat diplomatik di Kabul. Bahkan Beijing juga hanya mengimbau warganya di Afghanistan untuk tidak keluar rumah, alih-alih meninggalkan negara itu.

Bagi Taliban sendiri, kedekatan dengan China merupakan modal mendapat pengakuan internasional dari kekuatan kawasan.

Rusia

Fachri mengatakan, Rusia memiliki kepentingan di Afghanistan, namun memiliki langkah yang sangat berhati-hati karena catatan masa lalu.

Salah satu kepentingan Rusia sendiri terkait keamanan, dengan kekhawatiran menyebarnya ideologi ekstremisme.

Turki

Selain negara-negara tersebut, Turki juga ikut memiliki peran. Fachri menilai Turki akan menjadi jembatan antara Taliban dengan negara-negara Barat dan Timur Tengah.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya