Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat bertemu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Kantor DPP PDIP, Menteng Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Bertemu Gerindra, PDIP Tidak Ingin Jalan Puan Maharani di Pilpres 2024 Tertutup

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 08:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dalam Pertemuan PDIP dan Gerindra, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak membantah bahwa turut membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Hasto mengatakan pembahasan Pilpres 2024 turut dibahas namun di ruang tertutup dari media.

Pertemuan itu menjadi sinyal bagi partai berlambang banteng moncong putih itu benar-benar tidak ingin menutup jalan Puan Maharani menjadi kandidat Pilpres mendatang.


Analisa ini disampaikan pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran, Kamis pagi (26/8).

Kata Andi, dasar pertemuan politik itu karena PDIP membutuhkan Gerindra dalam mengawal rencana amandemen terbatas UUD 1945 yang belakangan dibicarakan.

Doktor politik Universitas Padjajaran itu melihat pernyataan Megawati "slowdown" soal amandemen terbatas, mengindikasikan PDIP tidak setuju dengan perubahan jabatan masa presiden 3 periode.

"Gerindra menjadi sangat dibutuhkan oleh PDIP dalam mengawal amandemen terbatas tersebut. Serta potensinya berkoalisi dalam Pilpres mendatang," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Selain itu, Andi memprediksi PDIP dan Gerindra akan terus menjadi sekutu politik hingga Pilpres 2024 mendatang.

Terkait bagaimana sikap Joko Widodo sebagai kader PDIP, Andi mensinyalir orang nomor satu di Indonesia itu akan nyaman bersama Golkar dengan menyiapkan calon seperti Airlangga Hartarto atau Ganjar Pranowo.

"Jelas PDIP tak akan setuju dengan perpanjangan masa jabatan presiden karena itu akan menutup jalan bagi puan untuk maju. Prediksi saya, Gerindra dan PDIP akan seiring sejalan sampai Pilpres 2024," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya