Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani/Net

Politik

Komisi I DPR Minta Indonesia Tidak Gegabah Sikapi Dinamika Afghanistan

SABTU, 21 AGUSTUS 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Indonesia diharapkan tidak gegabah dalam merespons dinamika yang terjadi di Afghanistan.

"Indonesia perlu memantau dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait proses peralihan kepemimpinan yang terjadi di Afghanistan sebelum dapat menentukan sikap lebih lanjut," kata anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani, Sabtu (21/8).

Kehati-hatian tersebut dinilai penting agar bangsa Indonesia tidak salah dalam mengambil keputusan. Di sisi lain, apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam mengevakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI), termasuk staf Kedutaan Besar RI (KBRI) dari Kabul, Afghanistan patut diapresiasi.


Dikatakan Christina, apresiasi tersebut patut diberikan kepada Kementerian Luar Negeri, Panglima TNI, terkhusus TNI AU, KBRI Kabul, serta kantor perwakilan lain.

"Keberhasilan misi evakuasi dapat terlaksana atas kerja keras, kerja sama serta respons cepat dari kementerian dan lembaga serta berbagai perwakilan RI di luar negeri," tandasnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, evakuasi dilakukan oleh pesawat TNI Angkatan Udara. Selain 26 WNI, tim evakuasi juga membawa 5 warga negara Filipina dan 2 warga negara Afghanistan, yang merupakan suami dan staf lokal KBRI.

Evakuasi WNI dilakukan pemerintah setelah Taliban merebut ibukota Kabul pada Minggu (15/8). Perebutan kekuasaan oleh Taliban membuat situasi di Afghanistan semakin tidak terkendali dan mendorong banyak negara melakukan evakuasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya