Berita

Ketua DPD RI saat berbincang dengan Ketua DPR RI di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8)/Ist

Politik

Permudah Warga, LaNyalla Harap Armada Mobil Vaksin Merdeka Diperbanyak

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 19:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi program Mobil Vaksin Merdeka hasil kolaborasi Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya, dan Korem 087/Bhaskara Jaya.

Menurutnya, program yang diperkuat 22 unit mobil itu mempermudah masyarakat. LaNyalla pun berharap armada Mobil Vaksin Merdeka diperbanyak.

“Kami berikan apresiasi atas kerja sama yang baik oleh 3 pilar di Surabaya. Program ini mempermudah masyarakat mendapatkan vaksin karena semakin memperkecil jarak bagi masyarakat memperoleh vaksin Covid,” kata LaNyalla, Selasa (17/8).


Mobil Vaksin Merdeka berkeliling memberikan pelayanan vaksinasi ke daerah-daerah perkampungan dengan target perhari 300 dosis. Sehingga totalnya akan ada 6 ribu lebih dosis yang diberikan kepada masyarakat Surabaya dengan total 22 unit mobil.

Mobil ini juga dilengkapi oleh tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.

“Dengan semakin mudahnya masyarakat mendapatkan akses vaksin, artinya semakin banyak warga yang menerima vaksin Covid sehingga saya yakin target nasional penyuntikan 2 juta vaksin dalam sehari juga akan tercapai,” ucap Senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla yakin program vaksin jemput bola ini disambut antusias oleh masyarakat. Sebab, banyak warga yang sebenarnya mau menerima vaksin tapi terkendala masalah waktu dan jarak.

“Maka memang sudah tepat sekali mobil vaksin keliling menyasar masyarakat di kampung-kampung pesisir, pekerja informal, hingga komunitas-komunitas,” jelas LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengimbau mobil vaksin keliling juga menjangkau warga yang termarjinalkan, seperti pemulung, pengemis, hingga pengamen.
Menurutnya, pemerintah harus memikirkan masyarakat yang tidak terdaftar dalam data kependudukan.

“Kita tidak bisa menutup mata masih banyak warga negara yang belum terdaftar secara resmi sebagai penduduk karena tidak memiliki e-KTP dan identitas kependudukan lainnya. Padahal untuk bisa mendapatkan vaksin, salah satu syaratnya adalah nomor induk kependudukan (NIK),” tuturnya.

Menurutnya, harus dibangun sebuah sistem yang bisa memberikan vaksin bagi mereka yang tidak memiliki NIK. Misalnya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga mereka bisa divaksin sekaligus dibuatkan e-KTP.

Tidak itu saja, LaNyalla pun berharap program vaksinasi jemput bola bisa meluas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

“Karena sebenarnya antusias warga untuk mendapat vaksin itu besar. Tapi untuk bisa menerima vaksin Covid seringkali banyak kendala yang harus dihadapi warga. Jadi sudah selayaknya petugas negara memberikan kemudahan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin divaksin,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya