Berita

Presiden Joko Widodo saat melihat alkes produksi BPPT/Net

Politik

Endus Dugaan Mafia Alkes, PB SEMMI: Cukuplah Pelenyapan Dana Bansos Covid-19!

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 20:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dugaan adanya mafia yang bermainan dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) di Indonesia diendus Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Pasalnya, PB SEMMI melihat kebijakan dan upaya pemerintah dalam menyediakan alkes untuk penanganan Covid-19 didominasi oleh produk impor.

Ketua PB SEMMI Bidang Penelitian dan Pengembangan, Muhar Syahdi Difinubun mengatakan, pihaknya menilai kebijakan pemerintah yang demikian itu justru membuka peluang bagi terjadinya kemerosotan ketahanan ekonomi bangsa.


"Ini di satu sisi. Tapi juga sekaligus (soal kemerosotan) kepercayaan diri sebagai bangsa yang mandiri melalui produk, khususnya alkes yang tak kalah berkualitas dibandingkan dengan yang impor itu sendiri," ujar Difinubun dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8).

Di samping itu, Difinubun juga telah menelusuri komitmen pemerintah terkait peningkatan belanja alkes lokal pada e-katalog atau katalog elektronik yang diakses melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

LKPP, diterangkannya, telah disesuaikan dengan Perpres RI Nomor 12 Tahun 2021 yang berimbas terhadap adanya ketimpangan atau ketidakseimbangan akses masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik dan tetap terjangkau.

Ia menyangsikan bahwa meskipun telah ada landasan hukum seperti Permendag No. 28 Tahun 2020 yang mengantur tentang ketentuan impor produk tertentu, akan tetapi dalam penerapannya justru tidak menjamin keberpihakan pemerintah untuk sepenuhnya mengakomodir produk alkes lokal atau dalam negeri.

Padahal produk alkes lokal bisa memberi peluang bagi pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi para produsen lokal itu sendiri, di samping dampaknya bagi kebutuhan pelayanan kesehatan yang murah terhadap masyarakat.  

Difinubun mengutip sebuah adagium Latin salus popouli suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi itu, yang menurut dia seharusnya menjadi patokan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.

"Kami enggan menyebutnya sebagai sebentuk pengkhianatan atau semacamnya. Cukuplah pelenyapan dana Bansos Covid-19 itu sebagai pelajaran bersama," tuturnya,

Lebih lanjut, Difinibun juga menerima informasi mengenai harga tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction atau PCR yang harga per sekali tesnya menelan biaya yang tidak sedikit. Termasuuk mengenai obat-obatan, yang diakui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sendiri, hingga kini sebagian besarnya masih terus diimpor.

"Kami secara kelembagaan akan selalu siap kapanpun untuk menggiringnya ke ranah hukum, apabila kelak dugaan mengenai mafia alkes impor ini terbukti," tegasnya.

"Tentu dengan sekaligus meminta para pihak yang berwenang, dalam hal ini Polri dan KPK, agar segera mengusut tuntas kejahatan di bisnis pengadaan barang/jasa ini,” tutup Difinubun.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya