Berita

Taliban/Net

Dunia

Dibombardir B-52 AS, Taliban: Biden Jangan Ikut Campur Urusan Internal Afghanistan

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 08:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban memberikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) setelah pemerintahan Joe Biden melancarkan serangan udara yang menargetkan para pejuangnya.

Jurubicara Kantor Politik Taliban memperingatkan AS untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan, dan tidak ada gencatan senjata intra-Afghanistan yang tercapai.

"Kami memperingatkan campur tangan AS di Afghanistan," tegasnya, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (9/8).


Dalam pernyataannya, jurubicara itu juga menuduh pemerintah di Kabul telah meningkatkan ketegangan di Afghanistan dengan meluncurkan operasi militer di beberapa provinsi.

Akhir pekan, Sabtu (7/8), AS mengerahkan pembom B-52 Stratofortress untuk menyerang posisi Taliban di kota Sheberghan, provinsi Jawzjan.

Jurubicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Fawad Aman mengatakan serangan menyebabkan korban dan menimbulkan kerusakan signifikan pada Taliban.

Taliban meningkatkan serangannya menjelang akhir penarikan pasukan yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan.

Baru-baru ini Taliban mengumumkan telah merebut provinsi barat daya Nimruz, termasuk ibukotanya Zaranj, menjadikannya pusat provinsi pertama yang direbut oleh kelompok Islam sejak 2016, dan provinsi utara Jawzjan.

Setelah itu, Taliban juga mengklaim telah mengambil alih provinsi Takhar di bagian timur laut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya