Berita

Peta Jawa Tengah/Net

Nusantara

Bukan Jakarta, Lembaga Kebencanaan IA-ITB Temukan Fakta Wilayah Jateng Yang Berpotensi Tenggelam

SABTU, 31 JULI 2021 | 23:01 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Hasil riset lembaga kebencanaan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung IA-ITB menemukan fakta bahwa wilayah di Jawa Tengah yang berpotensi tenggelam, bukan DKI Jakarta.

Studi tersebut menemukan bahwa terdapat pelambatan laju penurunan tanah di Jakarta dampak dari adanya pembangunan tanggul raksasa yang mengelilingi Pantai Utara Jakarta atau Pantura.

“Justru lebih concern dengan potensi tenggelamnya wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak,” kata Ketua Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7).


Andreas mengatakan, yang terjadi saat ini justru laju penurunan tanah di wilayah tersebut lebih cepat dan besar dibandingkan Jakarta. Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta.

Saat ini, sambung Andreas, terdapat 112 Kabupaten/Kota yang memiliki resiko untuk tenggelam. Kemungkinan ini dipastikan dari data-data pengukuran.

"Mudah-mudahan Pemerintah mulai concern akan hal ini. Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB juga memprioritaskan risetnya untuk wilayah-wilayah yang berpotensi tenggelam tersebut. Belumlah terlambat untuk mencegah tenggelamnya wilayah-wilayah ini termasuk Jakarta," demikian Andreas.

Ketua Umum IA-ITB Gembong Primadjaja menambahkan, para alumni ITB siap untuk berkontribusi membantu permasalahan yang berkaitan dengan issue manajemen kebencanaan di Indonesia melalui Badan Riset Kebencanaan IA-ITB ini.

Di masa mendatang, kata Gembong, diharapkan adanya ikatan kerjasama antara Lembaga ini dengan pihak pemerintah dan swasta untuk mendukung kelangsungan riset yang hasilnya dapat berguna untuk mensiapsiagakan masyarakat dalam menghadapi bencana di daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pidato kenegaraannya menyinggung potensi Jakarta akan tenggelam, akibat dampak perubahan iklim, dengan naiknya permukaan air laut maka topografi pesisir Jakarta yang saat ini sebagian sudah di bawah permukaan laut.

Joy Biden mengatakan dalam 10 tahun kedepan kemungkinan tenggelam secara permanen itu bukan isapan jempol.

Data-data Global Positioning System (GPS), Interferometric Synthetic Aperture RADAR (InSAR) dan data LiDAR (Light Detection and Ranging) menunjukkan penurunan tanah di Jakarta dapat mencapai 10 sentimeter per tahun, sementara itu lebih dari 20 persen wilayah Jakarta sudah berada di bawah laut, sehingga memang rentan untuk tenggelam.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya