Berita

Pasukan asing di Afghanistan/Net

Dunia

Penerjemah Dipenggal Taliban, Warga Afghanistan Berlomba-lomba Cari Suaka Ke AS

MINGGU, 25 JULI 2021 | 07:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketakutan menyelimuti warga Afghanistan yang pernah bekerja di misi diplomatik dan militer Amerika Serikat (AS). Setelah penarikan pasukan AS, mereka khawatir hidup mereka tidak aman oleh Taliban.

Ketakutan itu semakin besar setelah CNN pada Sabtu (24/7) membuat laporan seorang pria yang menjadi penerjemah militer AS tewas dibunuh dan dipenggal oleh Taliban.

Ia adalah Sohail Pardis, warga Afghanistan yang bekerja pada AS. Menurut anggota keluarganya ia ditembak dan diseret dari kendaraannya ketika mencoba melarikan diri dari serangan Taliban di sebuah jalan di Khost.


Sejumlah saksi mengungkap, Taliban menembak mobilnya sebelum berbelok dan berhenti. Pardis kemudian ditarik keluar dari mobil, dipukuli, ditembak, dan dipenggal.

Temannya mengatakan, pria 30 tahun itu sebelumnya mengaku telah mendapat ancaman pembunuhan dari Taliban telah mengetahui Pardis membantu Angkatan Darat AS.

"Mereka mengatakan kepadanya bahwa Anda adalah mata-mata Amerika. Anda adalah mata Amerika dan Anda kafir, dan kami akan membunuh Anda dan keluarga Anda," ujarnya.

Pardis sendiri diketahui telah mencari suaka di AS selama 16 bulan terakhir. Namun pengajuan Visa Imigran Khusus (SIV) ditolak karena ia dipecat pada 2012 karena gagal pada tes poligraf.

Totalnya, ada sekitar 18 ribu warga Afghanistan yang bekerja pada militer AS dan telah mengajukan permohonan SIV.

Sementara itu, AS sendiri menyebut sedang mengadakan negosiasi dengan sejumlah negara untuk tempat berlindung bagi mereka, hingga mendapatkan SIV.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya