Berita

Seorang ibu sedang mengasuh anak dengan bermain di dalam sebuah ruangan/Net

Politik

Relawan Satgas Covid-19: Lindungi Kesehatan Jiwa Anak Di Tengah Pandemi

JUMAT, 23 JULI 2021 | 18:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bidang Koordinasi Relawan (BKR) menggelar Seminar Nasional "Melindungi Kesehatan Jiwa Anak di Tengah Pandemi Covid-19" bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2021 secara daring, Jumat (23/7).

Seminar menghadirkan tiga narasumember, yaitu Asisten Deputi Khusus Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Elvi Hendriani, psikolog anak Seto Mulyadi, dan Ketua Yayasan Peduli Sindroma Down Indonesia (YAPESDI) Dewi Tjakrawinata. Turut hadir dan membuka acara Ketua BKR Satgas Covid-19 Andre Rahadian.

Andre Rahadian dalam sambutannya mengatakan, kondisi pandemi ini merubah tatanan sosial bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan edukasi anak-anak dalam aktivitas keseharian.


Dampaknya, kemampuan pertumbuhan anak menjadi terhambat dan hal ini menjadi satu tantangan ekstra bagi orangtua dalam membimbing anaknya.

"Oleh karena itu, melalui acara seminar nasional bersama para narasumber ahli diharapkan dapat tercipta rumusan dan usulan action plan untuk menjaga kesehatan jiwa anak-anak terutama anak disabilitas. Saya juga menitipkan pesan kepada keluarga Indonesia untuk terus taat menerapkan protokol kesehatan sebagai contoh positif untuk diadaptasi oleh seluruh anak-anak," kata Andre Rahadian.

Seminar nasional ini merupakan acara seminar kedua sebagai rangkaian program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang akan diselenggarakan di 11 provinsi di Indonesia.

Adapun tujuan acara adalah upaya promotif dan preventif untuk memberikan informasi serta edukasi terkait pentingnya peran orangtua dalam memberikan pelayanan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada anak di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, acara ini akan menjelaskan mengenai informasi perihal program dari Kementerian PPPA terkait dengan penanganan Covid-19 bagi anak-anak.

Elvi Hendrani dalam pemaparannya mengatakan, seyogyanya tanggung jawab dalam melindungi anak di era pandemi dilakukan secara bersama.

Orangtua bertanggung jawab dalam hidup dan tumbuh kembang, negara berkepentingan untuk mendayagunakan sumber daya dalam melindungi anak dan haknya, masyarakat berpartisipasi dalam menerapkan tanggung jawab orang tua dan kewajiban negara, dan yang terakhir anak itu sendiri sebagai subjek yang harus sadar mengenai hak-hak yang diterimanya.

Menambahkan materi yang dilontarkan oleh narasumber sebelumnya, dalam paparannya Seto Mulyadi menekankan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Namun, permasalahannya adalah di era pandemi ini akses pembelajaran dan bermain dibatasi sehingga anak-anak kini terpaksa untuk berinteraksi secara daring.

Akibatnya anak-anak menganggap interaksi ini membosankan dan sulit, hal ini menyebabkan hasil belajar menjadi tidak optimal dan rentan mengakibatkan konflik dalam keluarga yang mampu berujung pada kekerasan terhadap anak.

Dampaknya anak-anak menjadi gelisah, susah tidur, bosan, malas belajar, dan suka marah. Untuk menjawab permasalahan ini orang tua dan guru memegang peranan penting untuk mampu menciptakan suasana belajar yang lebih ramah anak serta membuat kurikulum pendidikan yang lebih berpihak pada hak anak.

"Lebih jauh lagi, diharapkan orangtua dapat menjadi sosok idola anak dengan mencontohkan sikap dan perbuatan yang bijak dan positif sesuai dengan zamannya. Saya yakin kita semua dapat belajar. Stop kekerasan dalam dunia pendidikan dan wujudkan impian kondisi rumah yang ramah anak,"  tambah Seto Mulyadi.

Terkait dengan anak-anak penyandang disabilitas, Dewi Tjakrawinata mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, anak-anak disabilitas memerlukan perhatian dan cinta yang ekstra guna memberikan kenyamanan serta pengertian mengenai virus Covid-19. Banyak aduan dari orangtua yang mengatakan bahwa anaknya menjadi sedih dan kehilangan semangat, bahkan ada anak yang sifatnya berubah menjadi pemarah karena kecewa tidak bisa keluar rumah untuk bersosialisasi.

Untuk melindungi kesehatan mentalnya, perlu diajarkan mengenai cara mengelola emosi secara positif, mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, cara untuk tetap gembira selama pandemi, seperti melalui kegiatan menari, menyanyi, dan menulis surat cinta untuk orang tua.

"Mengajak anak mengisi waktu dengan kegiatan secara positif, dan mengurangi waktu bermain media sosial," kata Dewi Tjakrawinata.

Selain seminar nasional, BKR Satgas Covid-19 juga menyelenggarakan Webinar Relawan Berperan yang diselenggarakan rutin setiap minggu.

Program lain yang dilakukan adalah membentuk Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mendampingi masyarakat umum, kelompok rentan (lansia, anak, dan disabilitas) dan tenaga kesehatan yang membutuhkan pelayanan terkait kondisi psikososial di masa pandemi melalui nomor 081211084053.

Selanjutnya, dibentuk pula Layanan Ambulans bersama HIPGABI yang beroperasi di Jabodetabek dengan menghubungi narahubung 081267575644/ 08179774600.

Selain itu, dalam minggu ini telah dilakukan pula edukasi protokol Kesehatan dan pembagian masker sebanyak 175.000 di 13 titik zona merah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya