Berita

Tang Juan, peneliti China di Universitas California Davis yang menyembunyikan keterkaitannya dengan militer/Net

Dunia

AS Cabut Tuduhan Terhadap Juan Tang, Peneliti China Yang Sembunyikan Afiliasinya Dengan Militer

JUMAT, 23 JULI 2021 | 13:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) akan mencabut semua tuduhan terhadap peneliti asal China, Tang Juan, yang sebelumnya diduga telah menyembunyikan afiliasinya dengan Tentara Pembebasan Rakyat.

Sejak akhir 2018, AS di bawah pemerintahan Donald Trump, meluncurkan kampanye "China Initiatives" untuk mengidentifikasi kasus-kasus pencurian teknologi oleh China. Kampanye ini banyak menjerat akademisi China yang berada di AS, termasuk Tang.

Tang merupakan peneliti tamu di Fakultas Kedokteran Universitas California Davis. Ia ditangkap pada Juli tahun lalu atas penipuan visa dengan menyembunyikan latar belakangnya yang memiliki keterkaitan dengan militer China.


Sebelum penangkapannya, Tang mencari perlindungan di konsulat China di San Francisco, menyusul interogasi FBI dengan ibu dan putrinya.

Ia dijadwalkan menjalani sidang di Pangdilan Distrik California pada Senin (26/7). Namun Departemen Kehakiman AS pada Kamis (22/7) telah membatalkan semua tuduhan terhadapnya, seperti dimuat Reuters.

Sebelumnya, pihak pembela mendesak agar kasus Tang dihentikan karena tidak adanya bukti yang cukup jelas atas tuduhan tersebut.

Namun Departemen Kehakiman sendiri tidak memberikan alasan lebih lanjut dari keputusan untuk menarik semua tuduhan terhadap Tang.

Pengumuman ini muncul ketika Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengumumkan jadwal untuk mengunjungi China. Ia direncanakan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi dan pejabat China lainnya.

Kunjungan itu diperkirakan sebagai awal untuk mengatur pertemuan antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping pada akhir tahun ini.

Selain Tang, setidaknya lima peneliti China ditangkap tahun lalu karena masalah serupa, dua di antaranya masih di penjara.

Kelompok-kelompok kebebasan sipil, seperti American Civil Liberties Union dan Asian Law Caucus, telah menyuarakan keprihatinan tentang kasus-kasus tersebut. Mereka mengatakan kasus-kasus itu mencerminkan bias anti-China.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya