Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Masuk Daftar Target Skandal Pegasus, Presiden Macron Ganti Nomor Ponsel

JUMAT, 23 JULI 2021 | 09:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan telah mengganti ponsel dan nomornya setelah ia masuk dalam daftar target spyware Pegasus buatan Israel.

Dari laporan media, Macron menjadi sasaran intelijen Maroko yang ikut menggunakan Pegasus pada 2017. Alat mata-mata canggih buatan NSO Group dari Israel itu dikenal mampu menembus keamanan ponsel yang kuat, mereka bisa menyadap hingga mengakses pesan target.

Jurubicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal mengatakan, protokol keamanan, terutama yang melibatkan Macron, akan disesuaikan setelah sejumlah media dan organisasi internasional membongkar skandal Pegasus, seperti dikutip Sputnik, Jumat (23/7).


Attal menyebut, Macron menanggapi laporan mengenai ponselnya yag disadap dengan sangat serius.

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Jean Castex juga mengatakan Macron memerintahkan untuk dibuat penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan spyware Pegasus.

Maroko sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan menuntut bukti atas tuduhan pihaknya telah melakukan pelanggaran.

Pengungkapan skandal Pegasus dilakukan oleh sejumlah media dan organisasi pada Minggu (18/7). Disebutkan bahwa alat mata-mata itu telah meretas setidaknya 50 ribu nomor telepon dari berbagai negara, mayoritas milik politisi, aktivis HAM, jurnalis, hingga eksekutif bisnis.

Macron bukan satu-satunya kepala negara dalam daftar kemungkinan target spyware. Nomor telepon Presiden Irak Barham Salih, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan banyak lagi politisi juga ditemukan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya