Berita

Cuitan Amrullah Saleh soal foto Jenderal Pakistan Amir Abdullah Khan Niazi yang menandatangani Instrumen Menyerah pada tanggal 16 Desember di Dhaka/Repro

Dunia

Wapres Amrullah Saleh: Afghanistan Tidak Akan Punya Foto Seperti Pakistan Di Tahun 1971

KAMIS, 22 JULI 2021 | 22:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Afghanistan tidak akan mengulang sejarah kelam sebagaimana yang pernah dialami Pakistan di masa lalu. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Presiden pertama Afghanistan Amrullah Saleh dalam cuitan penuh nada satir terbarunya di Twitter.

Pekan ini, dia mengunggah foto lawas yang menunjukkan Jenderal Pakistan Amir Abdullah Khan Niazi menandatangani Instrumen Penyerahan Diri pada tanggal 16 Desember 1971.

"Kami (Afghanistan) tidak akan pernah memiliki foto seperti ini," tulis Saleh dalam cuitan yang menyertai foto tersebut.


Apa maksudnya?

Kembali pada lembaran sejarah, pada tahun 1971 setelah Bangladesh didirikan, Pakistan segera secara terbuka menyerah kepada pasukan gabungan Angkatan Darat India dan Mukti Bahini dari Bangladesh. Ini merupakan penyerahan militer terbesar yang terjadi setelah Perang Dunia Dua.

Pada saat itu, Jenderal Pakistan Amir Abdullah Khan Niazi, bersama dengan 93 ribu tentaranya menyerah dan menandatangani Instrumen Menyerah pada tanggal 16 Desember di Dhaka. Hal ini dilakukan setelah 13 hari perang terjadi.

Apa hubungannya dengan konteks saat ini?

Saleh mengangkat kembali foto dan konteks tersebut ke permukaan untuk menegaskan sikap pemerintah Afghanistan terhadap Pakistan yang dianggap melindungi kelompok Taliban.

Hal ini berkenaan dengan langkah Taliban yang semakin agresif melancarkan serangan di sejumlah wilayah di Afghanistan dalam beberapa waktu terakhir, saat pasukan Amerika Serikat secara pertahap angkat kaki dari Afghanistan.

Serangan terbaru Taliban yang juga paling menyita perhatian publik dunia dilakukan pada Hari Raya Idul Adha kemarin (Selasa, 20/7). Pada saat itu, Taliban melepaskan sejumlah roket yang mendarat di dekat lokasi di mana Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan sejumlah pejabat top menunaikan ibadah shalat Idul Adha.

"Ya, kemarin saya tersentak sepersekian detik ketika sebuah roket terbang di atas dan mendarat beberapa meter jauhnya," tulis Saleh dalam cuitan yang sama.

Lalu, apa hubungannya dengan Pakistan?

Diketahui bahwa pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban tengah terlibat dalam pembicaraan di Doha untuk mencapai kata sepakat akan masa depan negara tersebut pasca pasukan Amerika Serikat hengkang.

Namun di waktu yang bersamaan, Taliban justru semakin agresif bertindak dengan merebut perbatasan Spin Boldak di Afghanistan.

Pemerintah Afghanistan menaruh kecurigaan besar pada Pakistan karena dinilai memberikan dukungan kuat pada Taliban, terutama di wilayah Spin Boldak tersebut.

Saleh sendiri merupakan pejabat top Afghanistan yang lantang menentang ulah Taliban dan dukungan Pakistan terhadap Taliban itu.

"Penyerang Twitter Pak (Pakistan) yang terhormat, Taliban dan terorisme tidak akan menyembuhkan trauma dari foto ini. Temukan cara lain," tulis Saleh dalam cuitan yang sama, merujuk pada foto yang menunjukkan Jenderal Pakistan Amir Abdullah Khan Niazi menandatangani Instrumen Penyerahan Diri pada tanggal 16 Desember 1971.

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 15 Juli 2021, Saleh juga membuat cuitan yang lantang menunjuk hidung Pakistan.

“Jika ada yang meragukan cuitan saya tentang peringatan Pak (Pakistan) Air Force dan Pak (Pakistan) Army kepada pihak Afghanistan untuk tidak merebut kembali Spin Boldak, saya siap berbagi bukti melalui DM (pesan langsung). Pesawat Afghanistan sejauh 10 kilometer dari Spin Boldak diperingatkan untuk mundur atau menghadapi rudal udara ke udara. Afghanistan terlalu besar untuk ditelan," tulis Saleh di Twitter.

Cuitan itu dibuat selang sehari sebelum jurnalis foto India Danish Siddiqui tewas di wilayah Spin Boldak dalam serangan Taliban.

Di tengah eskalasi ini, muncul insiden lain yang semakin membuat panas situasi. Putri utusan Afghanistan di Pakistan, yakni Najibullah Alikhil diculik dan disiksa pada 16 Juli lalu. Sebagai respon, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pun memanggil kembali beberapa diplomat dari Pakistan.

"Komunitas diplomatik Pakistan sedang bekerja keras melukis dan mendekorasi gambar fiksi untuk Taliban. Namun di lapangan Taliban 2.0 tidak lain adalah replika IS-K dan Al-Qadea Afghanistan," tulis Saleh dalam cuitannya di Twitter beberapa waktu lalu, sebagaimana dimuat Hindustan Times.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya