Berita

Ilustrasi penutupan jalan saat PPKM Darurat/Net

Publika

Menaikkan Efektivitas PPKM Darurat

RABU, 21 JULI 2021 | 05:54 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

PARAMETER keberhasilan PPKM Darurat tingkat nasional dapat diketahui dari rasio jumlah harian kasus meninggal dunia karena Covid-19 dibagi dengan jumlah harian kasus aktif Covid-19.

Kasus aktif adalah jumlah orang yang sedang menjalani rawat inap dan rawat jalan isolasi mandiri. Rasio tersebut sebesar 17,65 persen per 24 jam terakhir. Rasio keberhasilan, dengan kata lain dikatakan sebagai rasio reject tersebut secara statistik sebaiknya diturunkan hingga di bawah 1 persen.

Akibatnya, terdapat persoalan kegagalan PPKM Darurat sebesar 16,65 persen sebagai sasaran pengukuran dari kinerja proyek PPKM Darurat.


Kasus aktif Covid-19 diperoleh dari jumlah pemeriksaan spesimen. Pemeriksaan spesimen dalam laboratorium dilakukan menggunakan metoda pemeriksaan lendir air liur pasien pada bagian hidung atau belakang tenggorokan menggunakan polymerase chain reaction (PCR), tes cepat molekuler (TCM) dari dahak pasien menggunakan antigen, dan rapid tes.

Rapid tes dengan cara menghitung keberadaan antibodi dalam darah pasien. Parameter efektivitas pendeteksian pemeriksaan spesimen dapat dihitung dari rasio jumlah harian kasus aktif Covid-19 dibagi dengan jumlah harian pemeriksaan spesimen.

Rasio tersebut sebesar 4,05 persen per 24 jam terakhir. Oleh karena itu, masalah ketepatan pemeriksaan spesimen diharapkan dapat ditekan lagi sebanyak 3,05 persen.

Dari sisi membangun kekebalan tubuh dengan menggunakan vaksinasi, diketahui bahwa kapasitas vaksinasi yang selesai menggunakan 2 kali dosis penyuntikan harian bertambah sebesar 50.937 orang.

Pada posisi jumlah Aparatur Sipil Negara sebanyak 4,17 juta orang dan estimasi kasar jumlah anggota TNI-Polri sebanyak 0,5 juta orang, maka potensi keberhasilan kegiatan melakukan mobilisasi umum untuk meningkatkan kinerja penyuntikan vaksin harian bergantung dari kesiapan jumlah dosis vaksin yang siap disuntikkan atas produksi vaksin dari BUMN Farmasi di Indonesia untuk mencapai herd immunity 190 juta dosis vaksin.

Pada posisi kapasitas vaksinasi, vaksin yang siap disuntikkan 2 dosis, jumlah ASN dan TNI Polri, kalaupun ditambah jumlah karyawan swasta dan BUMN, maka persoalan mobilisasi itu adalah meningkatkan kapasitas penyuntikan menjadi 3.470 kali lipat dibandingkan kapasitas vaksinasi dosis kedua.

Artinya, vaksinasi merupakan pekerjaan yang bombastis sebagai jalan terjal mendaki yang tidak mudah.

Secercah jalan terang itu dapat diperoleh dari kegiatan inovasi dari ilmu kedokteran untuk menurunkan rasio jumlah harian kasus meninggal dunia karena Covid-19 dibagi dengan jumlah harian kasus aktif Covid-19, yang sebesar 16,65 persen.

Harapan itu misalnya dalam periode jangka pendek adalah dengan mempraktikkan aksi cepat menormalkan gejala hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, paru-paru, dan ginjal, selain meredakan batuk dan pilek.

Itu merupakan kegiatan rutin dari dokter-dokter spesialis penyakit dalam menangani pasien.

Penulis adalah peneliti Indef dan pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya