Berita

Anggota DPR RI, Indah Kurnia bersama pengusaha Budi Santoso/Net

Dahlan Iskan

Indah 714

RABU, 21 JULI 2021 | 05:33 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

INDAH Kurnia tidak punya hubungan keluarga dengan Budi Santoso. Tapi Indah masih terus menangis kalau bercerita soal pengusaha sukses di Surabaya itu. Yang memiliki pabrik alat-alat pertanian terbesar di Indonesia itu.

"Beliau sampai mau duduk di trotoar memberikan dukungan pada saya," ujar Indah yang kini duduk di komisi keuangan DPR RI.

Waktu itu Indah lagi ingin memecahkan rekor MURI: menyanyikan 714 lagu tanpa melihat teks. Selama lima hari berturut-turut. Dari pukul 09.00 sampai sore. Itu untuk memperingati HUT Ke-714 Kota Surabaya.


Di antara lima hari itu, ada yang tempat menyanyinyi di Taman Bungkul. Budi Santoso hadir untuk memberi dukungan. Tidak ada tempat duduk. Ia sampai duduk di trotoar Jalan Raya Darmo. Bersama penonton umum.

Di antara lima hari itu, hanya hari Ke-5 Budi Santoso tidak hadir. Ia harus ke Jakarta. Salah seorang tokoh lagi mantu. Ia harus hadir. Itu pun masih menelepon Indah, ketika Budi Santoso di dalam pesawat.

Indah pertama kali mengenal Budi Santoso ketika berumur 28 tahun. Yakni ketika Indah menjabat kepala cabang Bank Central Asia (BCA) di kota kecil Krian, 30 Km dari Surabaya.

Kota itu sudah dikuasai Bank Lippo –kini bank itu sudah almarhum. Indah berpikir ke mana harus mencari nasabah. Maka Indah menyusuri kawasan industri Driyorejo –di antara Krian dan Surabaya. Dia datangi satu per satu pabrik di kawasan itu.

Ketika masuk di pabrik Agrindo, Indah melihat ada ruang peribadatan Kristen di situ. "Siapa yang memimpin kebaktian di sini?" tanya Indah ke staf yang menemui. "Pak Budi Santoso sendiri. Bos di perusahaan ini," jawab staf itu.

Indah pun minta izin apakah boleh gabung di kebaktian. "Dengan senang hati," jawab staf.

Maka hari Selasa berikutnya, hari kebaktian di pabrik itu, Indah datang. Berkenalanlah dengan bos besar. Indah sudah biasa menyanyi lagu rohani. Di situ Indah minta izin untuk tampil menyanyi solo.

Diizinkan. Bagus sekali. Dipuji. Jemaat senang sekali.

Cara pendekatan seperti itu rupanya sangat mengena. Sistem penggajian di situ pun pindah lewat BCA. Banyak juga staf yang ingin menabung di BCA.

"Saya tinggalkan banyak buku tabungan di bagian personalia. Untuk diserahkan kepada yang berminat menabung. Waktu itu cara seperti itu masih boleh dilakukan bank," ujar Indah.

BCA memang lagi punya program yang sangat populer saat itu: Tahapan. Yang sangat sukses menjadi gerakan tabungan nasional.

Sejak itu Budi Santoso mendukung semua kegiatan Indah. Termasuk ketika Indah menjadi calon Anggota DPR dari PDI-Perjuangan dapil Surabaya-Sidoarjo. Berhasil. Periode berikutnya mencalonkan lagi. Berhasil lagi.

Untuk kali yang ketiga, nomor urut Indah dipindah ke bawah. Toh masih juga terpilih. Mayoritas Tionghoa Surabaya memilih Indah.

"Tiga kali Pak Budi ke kantor saya di DPR," ujar Indah. Pun ketika Indah mantu putrinya yang bintang film itu, Verlita Evelyn, Budi hadir. Termasuk meminjamkan koleksi mobil antiknya untuk dipakai pengantin. Itulah mobil yang pernah menjadi milik Presiden Soekarno.

Indah juga sering ke rumah Budi. Bahkan di ulang tahun terakhir Budi tahun lalu pun, Indah masih menyanyi di rumah Budi. Indah sudah menjadi seperti anggota keluarga di rumah Budi Santoso.

Budi sering punya tamu dari Jepang. Indah punya banyak koleksi lagu Jepang yang bisa dia nyanyikan. Ketika Budi mendapat tamu dari Tiongkok, Indah bisa menyanyi lagu Mandarin.

Indah memang punya pergaulan yang luas. Bukan hanya di kalangan masyarakat Tionghoa. Jangan lupa: Indah pernah menjadi manajer Persebaya.

Indah pribadi yang lengkap: sebagai profesional perbankan, penyanyi, pegiat olahraga, dan pegiat sosial. Mendapat dukungan pula dari orang seperti Budi Santoso.

Saya pernah menyarankannyi belajar bahasa Mandarin langsung di Tiongkok. Saya melihat Indah akan menjadi sesuatu kelak. Saya carikan hubungan di sana. Dia pun ke Tianjin ketika saya masih tinggal di kota itu –untuk transplantasi hati.

Lalu, Indah ke kota kecil dekat Zhengzho. "Saya nyerah," ujar Indah. "Saya ini seperti Pak Budi, tidak bisa lagi bicara Mandarin dengan baik," katanyi.

Yang penting Indah telah menjadi sesuatu untuk dirinyi, keluarganyi, dan negaranyi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya