Berita

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas/Net

Dunia

Peringatan Untuk Warga Haiti Dan Kuba: Jangan Coba-coba Cari Suaka Ke AS Lewat Laut

RABU, 14 JULI 2021 | 14:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melayangkan peringatan keras kepada warga Kuba dan Haiti yang tengah berencana untuk melarikan diri dari kerusuhan di dalam negeri.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas menegaskan AS tidak akan menerima para pengungsi, khususnya mereka yang pergi dengan berlayar.

"Waktunya tidak pernah tepat untuk mencoba migrasi melalui laut. Bagi mereka yang mempertaruhkan hidup, risiko ini tidak layak diambil. Izinkan saya menjelaskan: Jika Anda pergi lewat laut, Anda tidak boleh datang ke Amerika Serikat," ujarnya pada Selasa (13/7), seperti dikutip New York Post.


Menurut Mayorkas, sudah ada 20 pengungsi yang kehilangan nyawa dalam beberapa pekan terakhir ketika mencoba melintasi Selat Florida dan laut Karibia.

"Perairan Selat Florida dan Karibia berbahaya, apalagi sekarang kita telah memasuki musim badai. Orang akan mati. Transit itu berbahaya dan tak kenal ampun," imbaunya.

Tahun lalu, ia mencatat, terdapat 470 warga Kuba yang telah dicegat, hampir sepuluh kali lipat dari tahun sebelumnya.

Mayorkas sendiri merupakan keluarga dari pengungsi Kuba yang melarikan diri ke AS setelah Fidel Castro berkuasa. Ia mengaku mengerti ketakutan yang dirasakan para pengungsi, namun melarikan diri melalui jalur berbahaya berisiko.

Saat ini, Haiti tengah dilanda kekacauan setelah Presiden Jovenel Moise dibunuh oleh sekelompok orang. Polisi sendiri telah menangkap 20 orang, yang diidentifikasi sebagai warga Koombia dan AS. Muncul dugaan bahwa AS terlibat dalam upaya pembunuhan Moise.

Sementara itu, sejak akhir pekan lalu, gelombang protes besar-besaran muncul di Kuba karena krisis ekonomi dan pandemi Covid-19. Pemerintah menuding AS telah memprovokasi protes tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya