Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Menlu Blinken: ASEAN Harus Segera Bertindak Atasi Krisis Myanmar

RABU, 14 JULI 2021 | 11:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat mendesak ASEAN untuk bertindak lebih cepat dalam mengatasi krisis di Myanmar yang terjadi sejak kudeta militer pada awal Februari.

Desakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ketika melakukan pertemuan khusus dengan para menlu ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN pada Rabu (14/7).

Dalam keterangan jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price yang dirilis di situs resmi, Blinken menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai situasi di Myanmar.


"(Sekretaris Blinken) meminta ASEAN untuk mengambil tindakan bersama untuk mendesak diakhirinya kekerasan, pemulihan transisi demokrasi Burma, dan pembebasan semua orang yang ditahan secara tidak adil," ujar Price.

Blinken juga mengatakan konsensus lima poin yang dicapai ASEAN meruakan langkah maju yang penting. Untuk itu, ASEAN perlu mengambil tindakan segera dalam meminta pertanggungjawaban rezim Myanmar terhadap konsensus dan menunjuk seorang utusan khusus.

Dalam ASEAN Leaders' Meeting yang digelar di Jakarta pada 24 April lalu, para pemimpin ASEAN menyepakati lima poin konsensus untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

Poin pertama merupakan penghentian segera kekerasan di Myanmar, dan semua pihak harus menahan diri.

Kedua, para pemimpin ASEAN sepakat untuk memulai dialog konstruktif antara semua pihak terkait guna mencari solusi damai demi kepentingan rakyat Myanmar.

Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre).

Kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Sejauh ini, ASEAN belum menentukan utusan khususnya untuk dikirim ke Myanmar. Sementara itu, kekerasan di Myanmar masih berlanjut dengan ratusan orang menjadi korban.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya