Berita

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution/RMOL

Politik

Syahrial Nasution: Jangan Pakai Istilah Vaksin Berbayar Ditunda, Batalkan!

SENIN, 12 JULI 2021 | 14:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan Pemerintah melalui PT Kimia Farma (Persero) Tbk menunda penyelenggaraan vaksin berbayar dinilai terlalu bertele-tele.

Sebab, di masa pandemi virus corona baru (Covid-19) seperti saat ini bukan waktunya untuk mencari keuntungan.

Demikian ditegaskan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution dalam postingan akun Twitter pribadinya @syahrial_nst pada Senin (12/7).


"Sudahlah. Jangan pakai istilah tunda, batalkan! Sedang pandemi, bukan waktunya cari cuan," tegas Syahrial.

Menurut Syahrial, Pemerintah sudah seharusnya bertanggungjawab terhadap keselamatan nyawa rakyatnya. Karena itu, vaksinasi Covid-19 sudah sepatutnya digratiskan oleh negara.

"Vaksin Covid-19 untuk rakyat harus gratis," tegasnya.

Lebih lanjut, Syahrial justru meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung penanganan Covid-19 di Tanah Air. Mengingat situasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.  

"Sekali lagi, Presiden harus pimpin langsung perang lawan Covid-19. Supaya kekonyolan ABS (Asal Bapak Senang) tidak terjadi," pungkasnya.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk sebelumnya memutuskan menunda penyelenggaraan vaksin berbayar.

Awalnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan melaksanakan vaksin berbayar mulai hari ini, Senin (12/7) di delapan klinik Kimia Farma di enam kota di Jawa dan Bali.

Total kapasitas pelayanan vaksinasinya sebanyak 1.700 peserta per hari.

Vaksin covid-19 gotong royong untuk individu ini tadinya akan digelar mulai hari ini, Senin (12/7).

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno Putro menyatakan penundaan dilakukan karena besarnya desakan publik hingga pertanyaan yang masuk.

"Kami mohon maaf karena jadwal vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Ganti.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya