Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani: Singkirkan Perbedaan, Mari Jawab Persoalan Kemanusiaan Dengan Gotong-Royong

SENIN, 12 JULI 2021 | 10:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersatu dan membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19 yang semakin hari kian mengkhawatirkan. Kebesaran hati seluruh pihak untuk berempati dan berkontribusi positif sangat dibutuhkan dalam masa-masa sulit seperti saat ini.

Begitu pesan Ketua DPR RI Puan Maharani kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/7).

“Tumbuhkan, pupuk, dan jaga selalu nyala api optimisme bangsa kita di tengah ancaman Covid-19. Jangan saling tuding atau justru menyalahkan pihak-pihak yang sedang dan terus bekerja keras untuk menangani pandemi ini demi menyelamatkan anak bangsa,” kata Puan Maharani.


Ketua DPP PDI Perjuangan ini menegaskan virus corona menginfeksi tanpa memandang suku, agama, ras, dan kelompok. Oleh karenanya, segala perbedaan harus dikesampingkan dulu untuk bersama-sama melawan virus yang sudah menyusahkan hidup anak bangsa satu tahun lebih ini.

“Singkirkan dulu segala perbedaan itu untuk menjawab persoalan kemanusiaan ini dengan berempati dan bergotong-royong. Agar kita bisa melakukan yang terbaik untuk ikut membantu menanggulangi wabah ini,” ujarnya.

Mantan Menko PMK ini menuturkan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat beberapa waktu belakangan. Para ilmuwan menyatakan adanya varian Delta Covid-19 telah masuk ke Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, kasus Covid-19 per 11 Juli 2021 ada tambahan 35.094 kasus, sehingga jumlahnya saat ini menjadi 2.491.006 orang.

Dalam periode yang sama, tercatat kematian dan total angka kematian. Sementara itu, pasien yang tercatat sembuh mencapai 826 orang dan totalnya adalah 65.457 juta orang.

Sementara itu, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 28.561 orang. Dengan demikian, total pasien yang telah sembuh adalah 2.052.109 orang.

“Kita melihat masih ada harapan untuk Indonesia pulih karena masih ada semangat yang begitu membara untuk saling membantu, semangat mengasihi yang sakit dan menderita, semangat untuk bahu membahu melahirkan solusi di tengah pandemi,” ujar Puan.

Hasil riset Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang dilakukan pada 26 Mei hingga 2 Juni 2021 menunjukkan tingkat resiliensi orang Indonesia pada berbagai tingkat usia cenderung rendah. Padahal, resiliensi masyarakat saat ini sangat diperlukan untuk menghadapi tekanan dan ketidakpastian selama masa pandemi.

Dalam penelitian yang dilakukan secara daring tersebut, daya tahan psikis sebagian besar responden turun dengan cepat setelah mengalami peristiwa emosional yang signifikan. Selain itu, sebagian besar responden tidak tahan terhadap stres maupun sakit.

Sebagian besar responden yang diteliti sulit membuat strategi untuk kembali ke keadaan normal setelah mengalami situasi sulit dan terpukul. Bahkan, tidak sedikit yang pesimistis dalam memandang masa depan. Kondisi itulah yang menggambarkan tingkat kapasitas psikologis individu untuk bangkit kembali dari kesulitan, konflik, ketidakpastian, ataupun kegagalan masyarakat cenderung rendah.

Atas dasar itu, Puan mengimbau agar seluruh komponen bangsa tidak saling tuding, tidak saling serang dan berseberangan. Persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan di tengah pandemi.

Optimisme yang lahir dari masing-masing pribadi mesti menular dengan cepat agar pemulihan bisa segera terwujud di nusantara. Untuk itu, setiap anak bangsa perlu belajar untuk mengenal karakteristik, potensi, dan kekuatan dirinya masing-masing.

Selain itu, kekuatan di luar dirinya seperti jejaring pertemanan, perlu didata dan dikenali. Jejaring ini yang nantinya dapat digunakan sebagai ‘support system’ bila terjadi persoalan atau terinfeksi Covid-19.

“Masih banyak energi positif yang murni bangkit dari anak-anak bangsa dan saya yakin akan berkontribusi banyak dalam penanganan pandemi ini. Mari membangun optimisme, jangan saling tuding,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya