Berita

Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar, Yosa Octora Santono/RMOLJabar

Politik

Tak Sekadar Mengkritik, Demokrat Jabar: Kami Juga Cari Solusi Tangani Covid-19

MINGGU, 11 JULI 2021 | 00:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, bahwa pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi Covid-19 memicu polemik. Bahkan, tak sedikit yang mempertanyakan kontribusi Ibas, sapaan akrabnya, bersama Demokrat dalam membantu penanganan pandemi ini.

Dalam kritikannya, Ibas juga menyinggung soal kelangkaan persediaan oksigen yang dinilai menunjukkan antisipasi pemerintah yang lemah.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar, Yosa Octora Santono mengatakan, ketersediaan oksigen di Jabar memang menjadi permasalahan klasik saat pandemi Covid-19 tiba-tiba meledak sehingga stok yang ada tidak bisa mencukupi permintaan.


Akan tetapi, pendapat Ibas sama dengan pihaknya. Yakni bagaimana membuat kritik yang disertai dengan solusi.

"Kritiknya jelas, khususnya di Jabar. Saya mencari solusi bagaimana masyarakat harus paham melalui sosialisasi dari dasar," ungkap Yosa kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (10/7).

Menurutnya, apabila pasien Covid-19 yang sudah parah memang harus menggunakan oksigen. Tetapi agar tidak menjadi bom waktu, Pemprov Jabar harus mengimbau kepada pasien Covid-19 gejala awal atau ringan untuk isolasi mandiri (isoman) saja di rumah.

Kemudian, ditambahkan Yosa, bagaimana caranya agar masyarakat berlaku jujur sehingga orang terdekat tidak menjadi korban.

"Ini bukan persoalan oksigen di ujung tetapi imbauan-imbauan ini bisa diterima oleh masyarakat bahwa pandemi Covid-19 harus dilawan sejak awal. Ini kan kita terlena sejak lebaran, ketidakdisiplinan, dan tidak berjalannya Perda di lingkungan bawah," tuturnya.

"Tetapi saya melihat secercah harapan di bawah, bagaimana pemerintah sudah mulai tegak," tambahnya.

Meski begitu, imbuh Yosa, arahan Ketum, Dewan Pembina, dan Ketua F-Demokrat DPR RI menjadi pemacu pihaknya sebagai kepanjangan tangan dari Pusat. Fraksi Demokrat DPRD Jabar juga sauyunan dan kritikan yang muncul jangan dianggap menjadi sebuah hal yang menakutkan atau menjelekan pemerintah tetapi bagaimana semua pihak bisa bersama-sama memegang roda demokrasi.

"Demokrasi itu harus diterima dengan lapang dada. Tentunya kami juga berharap kepada masyarakat tidak menganggap kami sebagai partai yang menjelekan," imbuhnya.

Ia menyebut pihaknya tetap teguh dalam panji agar Partai Demokrat mampu menjadi partai yang mengkritik tetapi juga mencari solusi.
Adapun solusi yang diajukan Demokrat untuk wilayah Jabar adalah bagaimana Pemprov dengan Perda yang mengimbau dari titik awal orang positif Covid-19 dan cara mitigasi orang yang terpapar supaya tidak langsung menggunakan oksigen.

"Sebanyak-banyaknya lonjakan Covid-19 kita tidak akan mampu menyediakan oksigen. Makanya kami mengimbau agar masyarakat paham untuk menghindari Covid-19 dari awal dan menghadapi dari awal supaya tidak mencapai kondisi yang tidak diinginkan," lanjutnya.

Edhie Baskoro Yudhoyono sebelumnya menyampaikan bahwa kasus kurangnya tabung oksigen menunjukkan antisipasi yang lemah dari Pemerintah.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat," kata Ibas, Rabu lalu (7/7).

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya