Berita

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)/Net

Politik

Sartono Demokrat: Tak Hanya Mengkritik, Ibas Sudah Berbuat Banyak Membantu Dampak Pandemi

JUMAT, 09 JULI 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritik Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), terkait penanganan Covid-19 di tanah air menjadi perbincangan. Sejumlah kalangan yang mengenalnya ikut angkat bicara.

Salah satunya ialah politikus Partai Demokrat, Sartono Hutomo, yang menilai tuduhan terhadap Ibas yang disebut-sebut hanya bisa mengkritik dan tidak bisa berbuat apa-apa dalam konteks penanganan Covid-19 adalah reaksi yang aneh.

"Iya, reaksi atas kritik kok seperti itu. Mas Ibas kan menyampaikan warning karena memang situasinya sedang darurat, sementara masalah penanganannya banyak dan juga serius," kata Sartono dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (9/7).


Sartono berpendapat, warning yang disampaikan Ibas sangat nampak dari sejumlah masukan kepada pemerintah. Misalnya saja soal fibutuhkannya kebijakan yang tegas dalam situasi pandemi Covid-19 hari ini, di mana kasus yang melonjak disebab varian Delta.

"Kalau tidak segera diambil keputusan-keputusan yang benar dan tegas, kita bisa jadi negara gagal dalam konteks penanganan pandemi. Tapi kok bukan direnungkan, malah nuduh yang menyampaikan kritik tidak berbuat apa-apa. Kan nggak logis toh?" tuturnya.

Karena itu, anggota Komisi VII DPR RI ini menangkis tuduhan sejumlah pihak yang menganggap Ibas hanya bisa mengkritik, dengan menyebutkan kerja-kerja nyata Ibas dalam konteks penanganan Covid-19 untuk masyarakat yang sudah dan masih terus berlangsung.

Tentu saja, kata Sartono, apa yang dilakukan Ibas sesuai dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat.

"Yang dimaksud enggak berbuat apa-apa itu bagaimana? Sejak pandemi mulai terasa dampaknya terhadap ekonomi dan kesehatan masyarakat, Mas Ibas sudah terjun langsung. Saya tahu bagaimana beliau membantu masyarakat seperti memberikan ribuan paket sembako, alat-alat kesehatan, kebutuhan untuk protokol Kesehatan dan lain-lain. Pokoknya banyak, dan tidak hanya sekali," tutur Sartono.

Lebih lanjut, Sartono menyatakan konsentrasi Ibas terhadap masalah Covid-19 sejak awal sangat tinggi. Apalagi menyangkut kesulitan-kesulitan yang dihadapi masyarakat saat pandemi Covid-19.

"Itu bisa dicari kok bukti liputan medianya. Gak usah repot-repot nanya soal apa yang dikerjakan. Itu aneh," demikian Sartono.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya