Berita

Pos penyekatan keluar masuk Jakarta saat PPKM Darurat Jawa-Bali/Net

Politik

Sore Ini, Pemerintah Umumkan PPKM Darurat Di Luar Jawa-Bali

JUMAT, 09 JULI 2021 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Opsi lain bagi daerah di luar Pualu Jawa dan Pulau Bali yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 adalah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kemungkinan itu sempat disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers pada Rabu lalu (7/7).

Airlangga kala itu menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta jajarannya untuk terus memonitor kondisi penyebaran Covid-19 di luar Jawa-Bali. Jika ditemukan daerah yang mulai mengalami keterbatasan fasilitas kesehatan, maka langkah intervensi akan dinaikkan menjadi PPKM Darurat.


Pada hari ini, Airlangga bakal mengumumkan rencana penerapan PPKM Darurat di luar Jawa-Bali. Menko Perekonomian ini akan melakukan jumpa pers pada Jumat (9/7) pukul 16.00 WIB secara virtual.

Tak sendiri, Airlangga akan didamping Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito.

Di awal pekan ini, Airlangga sudah mengumumkan ada 43 kabupaten/kota di 21 provinsi luar Pulau Jawa dan Pulau Bali yang dilakukan pengetatan PPKM Mikro.

Pengetatan tersebut dilakukan karena ada peningkatan kasus aktif Covid-19 selama periode 27 Juni hingga 5 Juli yang mencapai 50 persen hingga 100 persen ke atas.

Kenaikan tersebut merupakan rincian dari akumulasi lonjakan kasus aktif di luar Jawa-Bali yang terjadi pada tanggal 27 Juni yang sebanyak 50.513 kasus dan kemudian naik menjadi 67.891 kasus hingga 5 Juli. Sehingga, kasus aktif pada periode itu meningkat 34,4 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya