Berita

Israel mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menyita akun cryptocurrency yang digunakan oleh kelompok Hamas di Palestina/Net

Dunia

Diduga Untuk Cuci Uang, Israel Sasar Akun Cryptocurrency Hamas

JUMAT, 09 JULI 2021 | 03:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menyita akun cryptocurrency yang digunakan oleh kelompok Hamas di Palestina.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (8/7) menjelaskan bahwa dia memerintahkan pasukan keamanan untuk menyita akun tersebut setelah operasi bersama mengungkap jaringan dompet elektronik yang digunakan oleh Hamas untuk mengumpulkan dana menggunakan bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Pernyataan yang sama juga mengklaim bahwa Hamas telah melancarkan kampanye online untuk mengumpulkan sumbangan untuk sayap militernya.


“Alat intelijen, teknologi, dan hukum yang memungkinkan kami mendapatkan uang teroris di seluruh dunia merupakan terobosan operasional,” kata Gantz seperti dikabarkan Associated Press.

Pernyataan yang sama juga mengatakan bahwa mereka telah menyita sekitar 2 juta dolar AS, di samping lebih dari 300 akun cryptocurrency, empat situs web dan empat halaman Facebook yang terkait dengan skema tersebut.

Sebelumnya, salah satu cabang penyelidikan Amerika Serikat menargetkan sayap militer Hamas dan aparat penegak hukum menyita lebih dari 150 akun cryptocurrency yang mereka katakan mencuci dana ke dan dari akun yang dioperasikan oleh grup tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya