Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Kembangkan 71 Jenis Vaksin Covid-19 Yang Efektif Lawan Varian Delta

SENIN, 05 JULI 2021 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China terus melakukan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 yang jumlahnya telah mencapai total 71 jenis, dikatakan vaksin-vaksin tersebut efektif untuk melawan varian Delta.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh ahli epidemiologi top China Zhong Nanshan saat ia berpidato di upacara kelulusan di Universitas Teknologi Shanghai pada hari Sabtu (3/7).

"Sembilan dari vaksin telah digunakan. Dua diberikan penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata Zhong seperti dikutip dari Global Times, Minggu (4/7).


Dua dari yang telah disetujui WHO untuk penggunaan darurat tersebut adalah vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac dan Sinopharm China.

"Vaksin tidak aktif China efektif dalam mengurangi tingkat infeksi dan gejala parah dan juga efektif melawan strain virus bermutasi Delta," katanya.

Para ahli mengatakan vaksin-vaksin itu masih dalam proses penelitian dan pengembangan akan memenuhi permintaan domestik dan luar negeri yang mendesak karena otoritas kesehatan secara bertahap akan meningkatkan upaya untuk menyetujui lebih banyak vaksin.

Zhong juga berbagi pengalaman Guangzhou dalam menangani wabah epidemi baru-baru ini yang berlangsung selama lebih dari 20 hari.

"Jika Guangzhou gagal mengendalikan virus, satu model epidemi menunjukkan bahwa itu akan mengakibatkan lebih dari 7,3 juta orang terinfeksi hanya dalam 20 hari," katanya.

Mengingat kecepatan transmisi Delta yang cepat, Guangzhou memperluas cakupan pemeriksaan 'kontak dekat' dari keluarga yang sama sebelumnya, kantor yang sama, dan restoran yang sama untuk memasukkan orang-orang yang tinggal di ruang atau gedung yang sama.

Dengan menggunakan fungsi lokasi ponsel dan kamera pengintai publik, mereka dapat melacak kontak dekat dengan pasien Covid-19 yang dikonfirmasi atau telah tinggal di tempat berbahaya selama lebih dari satu jam dalam radius 250 meter.

"Mereka diberi kode kesehatan QR 'kuning' dan diminta untuk menerima pengujian asam nukleat dalam waktu 24 jam," menurut Zhong.

Berbicara tentang pembukaan perbatasan, Zhong mengatakan selama epidemi di satu tempat tidak sepenuhnya terkendali, dunia masih dipertaruhkan.

"Kita membutuhkan upaya bersama seluruh dunia untuk mengendalikan pandemi sepenuhnya," demikian Zhong.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya