Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Keampuhan Vaksinnya Hanya 48 Persen, Saham CureVac Jerman Melorot Hingga 10 Persen

KAMIS, 01 JULI 2021 | 10:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengembang vaksin Jerman CureVac mengumumkan hasil uji coba vaksin Covid-19 mereka yang menunjukkan tingkat kemanjuran hanya 48 persen. Ini jauh lebih rendah daripada yang dikembangkan oleh dua pesaingnya BioNTech/Pfizer dan Moderna.

Perusahaan sebagian menyalahkan hasil tersebut pada konteks 15 strain yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang beredar di antara para sukarelawan percobaan, serta berbagai tanggapan di seluruh kelompok umur.

CureVac mengatakan vaksin mereka yang dikenal sebagai CVnCoV, sedikit lebih baik di antara orang berusia 18 hingga 60 tahun daripada di antara usia yang lebih tua, dengan kemanjuran naik hingga 53 persen.


"CVnCoV menunjukkan nilai kesehatan masyarakat yang kua t untuk orang berusia 18 hingga 60 yang kami yakini akan menjadi kontribusi penting untuk membantu mengelola pandemi Covid-19 dan penyebaran varian yang dinamis," kata chief executive officer Franz-Werner Haas, seperti dikutip dari AFP, Kamis (1/7).

Uji coba Fase tahap akhir CureVac melibatkan sekitar 40.000 orang di 10 negara di Eropa dan Amerika Latin. Dari jumlah tersebut, 228 tertular virus corona.

CureVac mengatakan pada bulan Mei bahwa analisis independen "tidak menemukan masalah keamanan" dengan vaksin dua dosisnya.

Perusahaan yang berbasis di Tuebingen ini telah membagikan datanya dengan European Medicines Agency (EMA), yang sekarang akan memutuskan apakah vaksin tersebut cukup baik untuk diberi lampu hijau.

CureVac mengatakan akan memberikan rincian lebih lanjut pada konferensi pers pada hari Kamis (1/7).

Merujuk pada hasil akhir yang rendah, harga saham CureVac dilaporkan turun hampir 10 persen dalam perdagangan setelah jam kerja.

Uni Eropa sendiri telah mengamankan hingga 405 juta dosis vaksin CureVac jika mendapat persetujuan regulator.

Meskipun tertinggal dalam perlombaan vaksin, CureVac percaya bahwa ia memiliki keunggulan dibandingkan pesaing mRNA lainnya.

Salah satu keunggulan produk CureVac adalah dapat disimpan pada suhu lemari es standar, tidak seperti vaksin Pfizer dan Moderna generasi pertama yang memerlukan freezer super dingin.

Vaksin CureVac juga membutuhkan dosis yang lebih rendah yaitu hanya 12 mikrogram, dibandingkan dengan 30 mikrogram untuk BioNTech dan 100 untuk Moderna, memungkinkan produksi massal yang lebih cepat dan lebih murah.

Faktor-faktor ini mungkin dapat memberi CureVac keunggulan di negara-negara yang lebih miskin atau lebih hangat.

Para ilmuwan mengatakan hasil yang lebih lemah dari yang diharapkan mungkin karena dosis yang lebih rendah, atau bahkan resep CureVac, yang tidak seperti para pesaingnya menggunakan bentuk messenger RNA yang tidak dimodifikasi.

CureVac didirikan pada tahun 2000 oleh pelopor mRNA Ingmar Hoerr dan didukung oleh Dietmar Hopp, miliarder Jerman di balik raksasa perangkat lunak SAP.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya